Pertemuan Tahunan PKMK 2015

FK UGM, 10 Februari 2015

 


Sesi 1. Laporan Umum dari Direktur PKMK

Laporan Tahunan 2014 dan Outlook Kebijakan dan Manajemen Kesehatan 2015 disampaikan oleh Dr. Yodi Mahendradata. Direktur PKMK sempat menghadiri pertemuan akhir tahun Global Goal To Think Thank Index, dimana sekitar 6500 institusi penelitian kebijakan di dunia di-review dan di-ranking posisinya dalam mengadvokasi stakeholder. PKMK ada di urutan berapa? Ternyata PKMK belum masuk dalam list ini. Mengapa ini bisa terjadi? Asep Suryahadi (SMERU), menjelaskan untuk penilaian Global Think Thank tersebut, mereka mencakup lembaga think thank yang mempublikasikan hasil penelitian melalui media massa, sehingga tidak aneh SMERU dan PKMK tidak masuk dalam list ini.

Salah satu isu yang diteliti PKMK FK UGM pada 2014 ialah Monev JKN yang melibatkan 10 Propinsi dan perguruan tinggi (PT). Lalu, rekomendasi hasil penelitian biasanya diseminasikan melalui policy brief seperti pengalaman Divisi Public Health. Selain itu, Divisi Manajemen Rumah Sakit melakukan pendampingan ke RS NTT dalam upaya penurunan AKI dan AKB. Divisi Bencana telah melakukan seminar internasional 10 Tahun Tsunami Aceh dan Re-launching Buku Pembelajaran dari Aceh (e-book). Kemudian, PKMK juga melaksanakan Knowledge Dissemination melalui Blended Learning (BL) dan website.

Rerata kunjungan website antara lain melalui bouncing rate yaitu 60-80%, namun yang terbaik di bawah 40%. Lalu, laporan kinerja 2014 mencakup ada 13 penelitian, 23 konsultasi, 4 publikasi internasional. 2 pengabdian masyarakat, dan 10-nya lain-lain. Dari sisi keuangan, RKAT PKMK 2014 sebesar 26 M dan serapan di atas 75%, hal ini menjadi yang tertinggi di FK UGM. Sayangnya, serapan capacity building sangat rendah, sehingga hal ini yang akan menjadi fokus di tahun 2015.

Outlook manajemen kebijakan kesehatan 2015 mencakup tujuh isu besar yang akan digarap 2015, antara lain pemerataan kesehatan, pembiayaan kesehatan, pertumbuhan dan persaingan RS, promotif preventif AKI, peran Dinkes dan lain-lain. isu-isu tersebut akan diteliti oleh divisi-divisi yang ada di PKMK FK UGM. Untuk pembiayaan dan equity, Monev JKN akan diperluas hingga 34 provinsi, lalu pengembangan penelitian terkait pemanfaatan kapitasi dan potensi dana sisa akan dikembangkan Divisi Kebijakan Publik. Divisi Mutu akan mengembangkan pendampingan untuk Kab. Mimika dalam hal pengembangan sistem rujukan primmer ke lanjut: antara lain audit mutu rujukan, sistem manajemen mutu dan sebagainya. Divisi Manajemen Bencana akan mengembangkan kesiapsiagaan 11 RS untuk daerah rawan bencana, terutama analisis kendalanya. Bagaimana proyeksi kinerja PKMK ke depan? Satu hal yang pasti, yaitu meneliti kebijakan dan engaged dengan kebijakan untuk dapat menjadi lembaga think thank. Visi ke depan, ialah menjadi salah satu institusi berstandar internasional. Lalu, mempertahankan peneliti dan analis yang elit, riset independen, koordinasi atau jejaring pengambil kebijakan, opsi kebijakan berbasis bukti, dan lain-lain.

Tanggapan

Tanggapan pertama disampaikan oleh Prof. Laksono selaku Ketua Board PKMK. PKMK harus menjadi pihak yang memiliki pengaruh ke pengambil kebijakan. Think thank menegaskan posisi institusi dan menuntut kemampuan baru yaitu harus bisa menjadi advokator. Posisi PKMK, tidak boleh terlalu dekat, karena bisa jadi underbow, namun tidak boleh terlalu jauh seperti LSM yang kontra dengan pemerintah KSI dari DFAT sejak tahun 2014 sudah memberikan dukungan penuh untuk PKMK FK UGM. Tahun ini, PKMK FK UGM akan menjajaki kerjasama baru: dengan RSCM, RS Palembang, RS Riau (khusus RS Pendidikan). Mitra yang selama ini mendukung, yaitu RS di DIY: setiap tiga bulan sekali, dalam 3 tahun terakhir berdiskusi untuk monitoring AKI dan AKB. Kemudian juga, PKMK akan melatih pusat di FK lain untuk pengembangan penelitian dan think thank.

Tanggapan kedua disampaikan oleh Prof. Adi Utarini, yang menyatakan, capaian dana penelitian PKMK FK UGM meningkat antara tahun 2010-2014. Hal ini menunjukkan adanya gap yang sangat besar antar satu pusat dan pusat yang lain. Saat ini, FK juga berinisiatif dapat mengembangkan capacity building bekerjasama dengan PKMK FK UGM untuk seluruh staf FK UGM dan PKMK. Realisasi Publikasi Internasional 2014: sudah ada beberapa jurnal yang menyebutkan nama institusi FK UGM yang didukung pihak FK melalui alokasi article processing fee, slot biayanya masih bebas.

Target prestasi 2015 yang ingin dicapai yaitu 25 publikasi internasional, kemudian disusul target yang lebih tinggi, yaitu jurnal dari FK dipublikasikan ke kelas lebih tinggi untuk impact factor. Seminar besar yang abstractnya diangkat ke Scopus, maka nama FK UGM akan terangkat, ungkap Prof Adi. Policy brief kemanfaatannya lebih besar dibandingkan publikasi internasional. Bagaimana memperkuat kemampuan dosen untuk kapasitas ini?. Maka, beberapa hal yang akan didalami terkait integritas, riset yang kompetitif, upaya-upaya untuk meyakinkan stakeholder bahwa peneliti di perguruan tinggi (PT) ada yang kinerjanya tinggi dan sangat dibutuhkan.

Diskusi

Dr. M. Syafak Hanung, Sp. A menyatakan, RS Sardjito sudah bekerjasama dengan PKMK FK UGM dalam penelitian TB. Jika bisa diilibatkan lebih jauh, maka akan menjadi lebih baik, harap Syafak Hanung.

Putu Eka mempertanyakan indikator disebut sebagai lembaga think thank seperti apa? Apakah PKMK bisa masuk di dalamnya? Strateginya seperti apa?
dr. Yodi menyatakan kita harus belajar dari SMERU, sudah banyak yang mengarah kesana (think thank, untuk perjalanan kita-selama ini tidak terukur. Global Think Thank surveinya lebih ke kualitatif dan ini erat untuk institusi.

Asep (SMERU) menjelaskan untuk definisi think thank, secara global and basic ada semacam kontradiksi apa yang ingin dicapai dan entry point untuk assessment think thank. Sebagian besar policy maker, tidak menerima masukan via terbuka misal melalui media massa. Global think thank index meng-cover lembaga di seluruh dunia melalui publikasi mereka di media coverage, jadi lembaga yang tidak menggunakan media ya tidak masuk ke GTI, tegas Asep. SMERU: policy engagement- publikasi jurnal internasional. Harus hati-hati, karena banyak yang abal-abal, misal jika bayar sekian. Jadi, kita perlu sangat select dan melihat impact factor-nya. SMERU berfokus pada policy research dan social economy issues.

Prof. Laksono memaparkan FK menargetkan tahun ini akan melahirkan tujuh policy brief, hal ini terkait kebutuhan nama besar untuk publikasi atau riset. Salah satunya, dosen senior berkolaborasi dengan juniornya dalam hal ini.

Asep kembali berbagi pengalaman, bahwa di SMERU tidak mengembangkan sistem bintang, jadi kombinasi yang didorong nama lembaganya. Pada akhirnya, SMERU dikenal sebagai institusinya bukan pada person-nya.

 Download laporan tahunan 2014