Modul

Workshop

Pengembangan Kegiatan Inovatif:

 Penyebaran Ilmu dan Penguatan Aplikasi 

Knowledge Management 

melalui Sistem Website

 

Mulai 4 Juni 2015

Berakhir di bulan Agustus 2015


Diselenggarakan oleh:

Pusat Inovasi Kebijakan Akademik UGM

bekerjasama dengan 

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM


pengantarPengantar

Saat ini indikator kinerja dosen dan perguruan tinggi ditentukan oleh terbitnya artikel dalam jurnal-jurnal internasional yang berpengaruh tinggi. Indikator ini selaras dengan pendekatan nasional yang dipergunakan dalam pengembangan mutu internasional dosen-dosen universitas di Indonesia. Namun pertanyaan kritisnya: apakah tepat kalau penulisan artikel di jurnal merupakan satu-satunya indikator kinerja Dosen UGM. Kalau ya, memang ada kemungkinan UGM bisa secara simbolik menjadi Menara Gading. Apa arti praktis Menara Gading? Secara praktis ada kemungkinan banyak dosen yang menulis di artikel internasional, tapi ilmunya tidak dipergunakan oleh masyarakat luas atau pengambil keputusan. Ilmu yang dihasilkan hanya dapat dilihat sebagai sesuatu yang indah di jurnal.

Mengapa penyebaran ilmu melalui jurnal internasional/ nasional mempunyai kelemahan? Jawabannya sederhana: Pembaca jurnal internasional terbatas jumlah dan jangkauannya. Para pengambil kebijakan serta masyarakat umum, banyak yang tidak membaca jurnal. Dengan demikian ilmu yang seharusnya berguna untuk masyarakat dan pengambil kebijakan, tidak sampai tersebar dan dibaca serta dibahas untuk diaplikasikan. Ilmu yang harus berguna untuk masyarakat dan pengambil keputusan akhirnya hanya tersimpan di perpustakaan.

Dalam konteks pengembangan penyebaran ilmu, ada cara lain yaitu:

  1. Menulis di surat kabar/ majalah umum dengan kedalaman teknis terbatas;
  2. Menggunakan website.

Kedua alternative ini mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. 

Dalam konteks penulisan jurnal internasional, penggunaan berbagai cara dapat dilakukan bersama-sama secara saling mengisi sesuai kebutuhan masing-masing. Penggunaan media umum sudah berjalan lama, sementara penggunaan website masih jarang. Penggunaan website banyak dilakukan dalam bentuk blog pribadi oleh para dosen.

referensi-webInovasi PKMK FK UGM dalam penyebaran ilmu

Sebagai salah satu kegiatan inovasi, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM sedang bereksperimen selama 3 tahun ini tentang bagaimana ilmu sampai di masyarakat dan pengambil kebijakan melalui website. Masyarakat di sini dapat berupa masyarakat umum, ataupun yang berada pada aplikasi ilmu-ilmu tertentu.

Intinya dosen-dosen yang ingin ilmunya dipergunakan oleh masyarakat atau pemerintah perlu untuk menjadi sumber pengetahuan bagi yang membutuhkan melalui media web. Konsepnya adalah menggunakan prinsip UGM sebagai Menara Air, bukan Menara Gading. Menara Air mempunyai ciri hasilnya dapat dipakai langsung oleh yang memerlukan, sementara Menara Gading cenderung hanya indah dipandang. Dalam prinsip ini ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  1. Dosen-dosen di UGM dalam cluster keilmuan masing-masing merupakan sumber pembentukan knowledge, yang perlu disebar-luaskan ke masyarakat atau pengambil keputusan.
  2. Penyebar luasan tersebut tidak mudah karena sering menghadapi tembok tebal. Oleh karena itu penyebaran bisa melalui seminar, koran, atau media website secara kontinyu. Penyebaran ilmu dan penggunaannya untuk keputusan tidak bisa dilakukan hanya one-shot. Oleh karena itu seminar atau menulis di koran harus didukung oleh media lain yang bisa dikendalikan sendiri, yaitu menggunakan situs website milik kita tentang ilmu yang dikembangkan. Media website juga mampu mendorong participatory learning.
  3. Dalam penyebaran ini, dosen-dosen UGM harus menggunakan konsep "identifikasi siapa lembaga atau perorangan" yang membutuhkan pengetahuan dari kita. Mereka kemudian di identifikasi dan dengan pertolongan email, dapat dialert untuk diberi perkembangan ilmu terbaru. Dengan email atau media social lainnya para pengguna dapat memberikan feedback atau in-sight untuk ilmu yang mereka peroleh dari dosen-dosen UGM.
  4. Jika dosen UGM mampu mendapatkan lembaga-lembaga (termasuk pengambil keputusan) yang mengaplikasikan konsep "knowledge management".(penjelasan mengenai KM dapat dilihat pada situs ini: What is KM? Knowledge Management Explained silahkan diklik) maka penyebaran ilmu menjadi lebih baik. Program ini akan lebih dihargai.
  5. Dengan web-website khusus tersebut (misal www.manajemenrumahsakit.net, silahkan di klik) harapannya akan terbentuk semacam Community of Practices (CoP) yang bisa menjadi salah satu kegiatan Knowledge Managament. Masyarakat Praktisi (CoP) ini dapat melakukan pembelajaran secara partisipatif dan interaktif.

Penanganan program ini cukup rumit, tapi para dosen UGM harus berani mengembangkan kemungkinan ini. Kalau tidak cepat berada di jalur ini, mungkin dosen PT lain yang akan mengambil fungsi sebagai Menara Air. Di masa mendatang UGM pelan-pelan akan berkurang perannya di pengambilan keputusan ataupun di masyarakat pengguna ilmu.

Harapan
Apabila berjalan dengan baik, inovasi ini diharapkan menghasilkan dampak positif, antara lain:

  1. Ilmu yang dikembangkan oleh dosen UGM (termasuk yang ada di jurnal) terbukti dipergunakan oleh pengambil kebijakan;
  2. Masyarakat luas terbantu oleh ilmu-ilmu dari universitas untuk memecahkan masalah-masalah praktis yang dihadapinya;
  3. Mahasiswa S1, S2, dan S3 memperoleh manfaat dari learning resources yang ada di website dan berbagai kegiatan ilmiah di dalam nya;
  4. Bersama-sama dengan penulisan jurnal ilmiah internasional dan nasional, di masa mendatang diharapkan indikator kinerja dosen dapat berasal dari kegiatan penulisan di website yang terbukti mempunyai dampak pada masyarakat dan pengambil keputusan.

Catatan:

Apabila indikator penulisan artikel di jurnal internasional dan juga website dapat terwujud secara bersama, diharapkan terbangun Menara Air yang indah. Indikator penulisan jurnal internasional terbangun baik dan ilmunya dapat diterapkan di masyarakat.
Mengingat inovasi ini masih sangat baru, terwujudnya harapan ini perlu waktu. Membutuhkan sekitar 5 sampai dengan 10 tahun.

TujuanTujuan Kegiatan Workshop

Setelah mengikuti program ini, para peserta diharapkan mampu untuk:

  1. Memahami apa yang disebut sebagai konsep Menara Air dalam penyebaran ilmu, termasuk dalam konteks pendidikan dan pendidikan berkelanjutan untuk para alumnus;
  2. Memahami prinsip-prinsip Knowledge Management dalam konteks UGM sebagai Menara Air;
  3. Memahami dan mampu melakukan identifikasi audiens dan Community of Practice;
  4. Melaksanakan kegiatan penyusunan website dalam tahap awal;
  5. Menyusun Proposal dan Rencana Operasional, termasuk aspek pembiayaannya.

hasil-kegiatanHasil kegiatan:

  1. Dokumen Proposal dan Rencana Operasional untuk Dekanat/ Rektorat dalam mengembangkan kemampuan sebagai Unit Penyebaran Ilmu dan Knowledge Management;
  2. Mempunyai data mengenai audiens dan Community of Practice yang akan disasar;
  3. Draft Struktur Organisasi dan Fungsi unit pengelola kegiatan serta pembagian tugasnya di sebuah Fakultas;
  4. Prototype website yang spesifik.

pesertaPeserta:

  1. Dosen dan kelompoknya (dosen senior, menengah, yunior dan para asisten) yang mempunyai motivasi untuk menjadi Pemimpin Keilmuan dan menjadi jangkar dalam Pengembangan serta penyebaran Ilmu;
  2. Staf teknis penyusun website dan unit produksi (video graphic dll);
  3. Anggota Dekanat yang akan dibantu oleh staf Manajer bisnis Komunikasi Ilmu Pengetahuan.

penulis-PBSkema Kegiatan

skema-kegiatan

archieveMateri Presentasi

               Pengantar icon-powerpointPPT
    icon-videoVideo          

 

Memahami

Community of Practice

: icon-powerpointPPT
    icon-videoVideo

 

Knowledge Management 

: icon-powerpointPPT
    icon-videoVideo

 

Penyebaran Ilmu

: icon-powerpointPPT
    icon-videoVideo

 

book iconModul minggu 1: Pembukaan dan Konsepsual


 

Pengelola Inovasi:

PembicaraPenanggung-Jawab:
Prof. Laksono Trisnantoro
Ketua PIKA UGM

 PembicaraInstruktur dan fasilitator: Berbagai pihak.

PembicaraAsisten pelaksana:
Faisal Mansur
Staf PKMK

Jadual

Kelompok A:

Penanggung-jawab Isi


test-icon

Minggu 1:

Modul Pembukaan

dan Konsepsual

(1 -5 Juni 2014)


test-icon  

Minggu 2:

Modul Persiapan

Pelatihan Teknis

(8 -12 Juni 2015)


test-icon

Minggu 3:

Modul Penyusunan

Website

(15 - 19 Juni 2015)


test-icon

  

Minggu 4:

Modul Merencanakan

Blended Learning

(22 - 26 Juni 2015)


test-icon

Minggu 5:

Modul Merencanakan

Community of

Practice

(29 Juni – 3 Juli 2015)


test-icon  

Minggu 6:

Modul Menyusun

Business Plan

(6 - 31 Juli 2015)


Soft Launching Website: 

21 Agustus 2015

  

Kelompok B:

Pengelola Website


test-icon

Minggu 1:

Modul Pembukaan

dan Konsepsual

(1 - 5 Juni 2014)


test-icon

 

Minggu 2:
Modul Persiapan

Pelatihan Teknis

(8 - 12 Juni 2015)


test-icon

Minggu 3:
Modul Penyusunan

Website

(15 - 19 Juni 2015)


test-icon

  

Minggu 4:

Modul Merencanakan

Blended Learning

(22 - 26 Juni 2015)


test-icon

Minggu 5:
Modul Merencanakan

Community of

Practice

(29 Juni – 3 Juli 2015)


test-icon  

Minggu 6:
Menyusun

Bussiness Plan

(6 - 10 Juli 2015)


Soft Launching Website: 

21 Agustus 2015 

  

Kelompok C:

Unit Produksi


test-icon

 

Minggu 1:

Modul Pembukaan

dan Konsepsual

(1 -5 Juni 2014)


test-icon

 

Minggu 2:

Modul Persiapan

Pelatihan Teknis

(8 - 12 Juni 2015)


test-icon

Minggu 3:

Modul Berlatih Webinar

(15 - 19 Juni 2015)


test-icon

  

Minggu 4:

Modul Berlatih Webinar

(22 - 26 Juni 2015)


test-icon

Minggu 5:

Modul Menyusun Script

(29 Juni – 3 Juli 2015)


test-icon  

Minggu 6:

Modul Menyusun Script

(6 - 10 Juli 2015)


test-icon  

Minggu 7:

Modul Lighting

dan Sound

(27 - 31 Juli 2015)


test-icon  

Minggu 8:

Modul Graphic

Design

(3 - 7 Agustus 2015)


Soft Launching Website:

21 Agustus 2015

  

Kelompok D:

Kelembagaan Tim di Fakultas 


test-icon

 

Lunch meeting 1:

Modul Pembukaan

dan Konsepsual

Tanggal 4 Juni 2015


test-icon

Lunch meeting 2:

Laporan Tengah Proyek

dan Persiapan Fasilitas


test-icon

  

Lunch meeting 3:

Setelah Business

Plan dari tiap

website selesai


test-icon

Lunch meeting 4:

Persiapan Launching