Reportase

Workshop Bekerja dengan Media

Hari 3, Rabu, 10 Mei 2017

 


 

Para peserta Workshop Bekerja dengan Media yang merupakan perwakilan lembaga perwakilan mitra Knowldege Sector Initiative (KSI) pada penutupan kegiatan, Rabu (10/5/2017) di Jakarta

PKMK- Jakarta. Workshop Bekerja dengan Media pada hari terakhir (10/5/2017) ditutup dengan materi Siaran Pers dari Agung Rulianto, salah seorang jurnalis yang pernah bekerja untuk Tempo. Panitia yaitu Tempo Institute mempersilakan lima kelompok yang telah menyiapkan siaran pers final untuk bersiap tampil simulasi. Simulasi ini merupakan kompetisi antar peserta workshop. Pada hari sebelumnya (9/5/2017) lima kelompok ini telah dibimbing redaktur masing-masing (Setri Yarsa, Rohmen, Marta Warta, Yos Rizal, Jajang Jamaludin – kelimanya merupakan redaktur senior Tempo) untuk menyusun siaran pers yang mampu membuat wartawan tertarik.

Konten yang digunakan dalam siaran pers kali ini ialah putusan hakim PN Jakarta Utara untuk Basuki Tjahaja Purnama atau kita kenal dengan nama Ahok, yaitu 2 tahun penjara atas tuduhan penodaan agama. Putusan ini diberikan pada Selasa, 9 Mei 2017. Seluruh peserta workshop sepakat putusan ini akan menimbulkan ancaman kebebasan berekspresi untuk kaum minoritas (baik ras maupun agama) ke depannya. Tentu saja masing-masing kelompok memiliki sudut pandangnya, mulai dari putusan yang mengancam kebhinnekaan, putusan yang intoleransi, pengadilan yang tidak fair dan sebagainya.

Kelompok 1 menyelenggarakan simulasi konferensi pers dengan improvisasi terharu dan menangis

Simulasi dimulai dengan kelompok pertama yang melibatkan emosi dalam siaran persnya, dalam skenario yang telah disusun, salah seorang peserta di kelompok tersebut akan berpura-pura sebagai korban intoleransi terhadap minoritas (korban kerusuhan 1998). Peserta ini bahkan berakting larut dalam kesedihan hingga meneteskan air mata. Ternyata, kelompok ini pula yang memenangkan kompetisi antar peserta workshop. Menurut Agung, kelompok ini yang akan mampu menarik perhatian reporter untuk menuliskan hasil siaran pers mereka. Meskipun demikian, bukan berarti kelompok lain tidak memiliki kelebihan. Kelompok keempat merupakan kelompok yang menguasai dasar siaran pers, yaitu ketika siaran pers dilakukan, tidak ada pembacaan ulang siaran pers di depan wartawan dan langsung menyampaikan poin serta pernyataan sikapnya.

Melalui simulasi ini ditemukan kesalahan yang jamak terjadi, diantaranya: pihak yang menggelar siaran pers tidak melakukan kontak mata dengan wartawan (sibuk sendiri), tidak ada moderator yang mengatur proses siaran pers, tidak ada pembagian peran yang jelas dari masing-masing anggota penyelenggara dalam memaparkan materi; menyatakan sikap dan menjawab pertanyaan wartawan.

Tim keempat yang ternyata memaparkan simulasi siaran pers tanpa membacakan siaran pers terlebih dahulu

Agung menegaskan hal yang tidak boleh dilakukan penyelenggara siaran pers ialah menolak menjawab pertanyaan wartawan. Mardiyah Chamim yang juga menjadi fasilitator kali ini mengungkapkan hal setupa. Jika tidak ingin menjawab pertanyaan wartawan saat siaran pers, maka sebaiknya mengundang wartawan tersebut untuk wawancara pasca siaran pers.

Selain tidak boleh menolak menjawab, ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait siaran pers yang menarik:

  1. Undangan siaran pers untuk wartawan wajib disusun dengan kalimat yang menarik.
  2. Siaran pers dikirim sebelum pukul 17.00 Wib karena pada jam tersebut merupakan batas akhir seluruh artikel di media cetak untuk diproses.
  3. Agar mampu menarik perhatian wartawan, sebaiknya judul dan paragraf pertama siaran pers kita disusun dengan pilihan kata yang tepat.
  4. Hati-hati dalam menyusun statement yang tidak kita kuasai dalam siaran pers yang kita sebarkan, karena dapat menimbulkan masalah baru
  5. Setiap penyelenggaraan siaran pers yang baik memuat pernyataan sikap yang tegas
  6. Umumnya siaran pers dilakukan maksimal 1 jam, maka kita wajib mengundang wartawan 1 jam sebelumnya.
  7. Wartawan hanya memiliki sedikit waktu, maka kita wajib menunjuk satu juru bicara yang karena ketokohannya, pernyataannya menjadi layak kutip (dapat dimuat di media massa)
  8. Penyelenggara siaran pers harus mampu menghargai wartawan dan pertanyaan yang dilontarkan mereka.

Kemudian, untuk beberapa hal teknis, yang perlu disiapkan ialah:

  1. Saat penyelenggaraan siaran pers gunakan back drop dengan warna kontras.
  2. Meja yang bagian depan/kaki meja ditutup dengan kain hitam
  3. Juru bicara, moderator dan pihak-pihak yang akan berbicara di depan wartawan, harus menggunakan pakaian (termasuk jilbab) yang simple, hindari menggunakan kemeja atau baju bergaris kecil. Garis kecil akan menimbulkan flicker pada kamera atau hasil video. Flicker ialah garis yang nampak bergerak. Persiapkan pula riasan yang tepat, agar muka tidak terlihat berminyak.

Materi pada hari ketiga ini diharapkan mampu membantu mitra KSI dalam menyusun siaran pers dan bagaimana menggelar sebuah siaran pers yang menarik mendatang (W).

Materi Presentasi:

Konferensi Pers - Agung Rulianto

Presentasi Siaran Pers-SETRI YASRA (4)