Beranda

Pelatihan

Pengembangan Konsultan Manajemen Kesehatan
Pengelolaan pekerjaan Konsultasi Manajemen Kesehatan

 

Diselenggarakan oleh:
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK)
Universitas Gadjah Mada

 


Menggunakan Pendekatan Blended Learning (dapat jarak-jauh)

Tahap 1: 13 Mei – 27 Mei 2019
Tahap 2: 15 Juni – 27 Juli 2019.


 

  LATAR BELAKANG

Sektor kesehatan di Indonesia saat ini membutuhkan banyak konsultan manajemen rumahsakit, konsultan manajemen mutu pelayanan rumahsakit, konsultan manajemen program KIA sampai ke kebijakan dan manajemen sistem pembiayaan yang dimotori BPJS. Kebutuhan ini tidak disertai dengan ketersediaan tenaga konsultan yang cukup, dan masih minimnya anggaran untuk konsultan. Oleh karena itu pelatihan ini diselenggarakan agar terjadi keseimbangan yang lebih baik antara kebutuhan dengan ketersediaan konsultan yang bermutu.

Pelatihan ini mempunyai metode on the job-training yang terdiri atas 2 Tahap. Pelatihan Tahap 1: Membahas berbagai konsep dan teori untuk mendukung proyek konsultasi. Tahap 1 ini ditekankan agar materi dapat dilihat secara keseluruhan, termasuk kompetensi konsultan. Di Tahap ini ditekankan bahwa pelatihan teoritis tidaklah cukup. Peserta harus langsung bekerja untuk memulai kegiatan konsultasi. Pelatihan Tahap 1 akan diikuti dengan pendampingan mengelola konsultasi (Tahap 2). Untuk itu para peserta diharapkan sudah mempunyai Proyek Konsultasi, dan diharapkan mengikuti kegiatan secara berkelompok.

  TUJUAN

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta sebagai konsultan manajemen kesehatan. Kegiatan terdiri atas Tahap 1 dan Tahap 2.

Tahap 1: Refreshing Konsep-konsep
Untuk Tahap 1, secara lebih rinci tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah  untuk mengembangkan:
1.    Memahami kebutuhan akan konsultansi manajemen di sektor kesehatan;
2.    Memahami peran konsultan, coach, dosen perguruan tinggi, dan peneliti dalam sektor kesehatan;
3.    Mengidentifikasi kemampuan diri dan kecocokan dengan kebutuhan konsultasi;
4.    Memahami kompetensi sebagai konsultan manajemen di sektor kesehatan;
5.    Mengembangkan kompetensi konsultan manajemen di sektor kesehatan
6.    Memahami hubungan antara konsultan manajemen kesehatan dengan perusahaan konsultan

Apabila telah melakukan kegiatan konsultasi dengan kasus riil, maka Tujuan di Tahap 2 untuk mempraktekkan pengetahuan yang didapat.
Peserta pada tahap ini adalah Perorangan.

Tahap 2: Proses Konsultasi (dengan praktek)
1.    Membahas mengenai kontrak konsultasi anda
2.    Proposal dan Penulisan Rencana Proyek
3.    Melakukan Penelitian dan Data
4.    Menentukan Solusi untuk Klien
5.    Melaksanakan
6.    Menyelesaikan pekerjaan konsultasi.

Di dalam Tahap ini akan mempraktekkan:

•    Ketajaman dan pemahaman mengenai business
•    Manajemen Proyek
•    Pengembangan pribadi dan professional
•    Cara berfikir proaktif dan analitis
•    Inteligensia emosional
•    Komunikasi efektif dan interpersonal
•    Profesionalisme dan Etika

Peserta pada tahap ini diharapkan adalah sebuah Tim.

 

  JADUAL

Tahap 1: Persiapan dan Pemahaman Konsultasi

Kegiatan Minggu 1:

Senin, 13 Mei 2019: pukul 10.00 – 12.00

Topik: Kebutuhan Konsultan dan profesi Konsultan
1.    Memahami peran konsultan, dosen perguruan tinggi, peneliti, dan surveyor dalam manajemen lembaga dan program di sektor kesehatan;
2.    Menyadari kebutuhan dan ketersediaan konsultan dalam manajemen kesehatan;
3.    Melakukan pendalaman mengenai konsep “pakem” dalam pekerjaan sebagai konsultan manajemen.
4.    Melakukan identifikasi kasus calon klien atau profil klien.

Kegiatan Minggu 2:

Senin, 20 Mei 2019: pukul 10.00 – 12.00

Topik: Kompetensi Konsultan
1.    Kompetensi dalam memahami lingkungan organisasi (Politik, Ekonomi. Sosial, Teknologi, Hukum, Lingkungan)
2.    Kompetensi dalam mengelola hubungan dengan Klien
3.    Kompetensi mengelola proses konsultasi: membentuk hubungan, memberikan hasil konsultasi, dan mengakhiri hubungan kerja.
       Termasuk ketrampilan menulis.
4.    Kompetensi dalam menggunakan berbagai fasilitas konsultasi
5.    Kompetensi dalam mengelola praktek sebagai konsultan, termasuk hubungan interpersonal

Kegiatan Minggu 3:

Senin, 27 Mei 2019: pukul 10.00 – 12.00

Topik: Cara pengembangan kompetensi konsultan
1.    Peran Lembaga Konsultan dalam pengembangan konsultan individu
2.    Peran Perhimpunan Konsultan
3.    Peran Client dan asosiasi RS
4.    Manajemen Praktek

Break Hari Raya Idhul Fitri

Tahap 2: Melakukan Pekerjaan Konsultasi (jadual menyusul)
15 Juni – 27 Juli 2019. Jadual detil menyusul.

 

SKEMA KEGIATAN

 

Why mother and child die? Where they die?

The underlying factors can be found at community setting, health-centers, and referral hospitals. Therefore the intervention can be organized at the community, health centers and hospitals. In this context we need Mapping Intervention application.

MCH Mapping Intervention in a District/ City

This activity uses problem solving method within the context of the situation setting (left side). From the problem solving process, than it will look for intervention that is appropriate with the problem (right side).

From other perspective, intervention is divided into two large group:

1. Direct intervention in society (dark green), and
2. Intervention that strengthen management system in program (dark blue).

The first group intervention refers to the article in Lancet, such as scheduled intervention in society, family intervention, and clinic intervention until PONEK Hospital. This mapping of intervention is intended to implement MCH policy and program in a district comprehensively and to have policy that is appropriate with the problems. The intervention can be intersectoral collaboration.

The Discussion:

1. What are the role of MNCH book in this process?
2. Do we need a working group of MNCH program from various organizations (the intersectoral collaboration)?
3. How we can bring the issue to policy maker and planning-budgeting process?
4. Describe the situation in your country

map int KIA Eng v1


1. Academic Network to Improve Local Evidence-Based Health Planning

Academic Network to Improve Local Evidence Based Health Planning

LOKER: ASISTEN PENULIS PROPOSAL PENELITIAN

Asisten Penulis Proposal Penelitian, dengan kualifikasi:

  1. Pria/Wanita
  2. Pendidikan minimal S1/S2 Public Health
  3. Pernah menulis proposal dalam bahasa Inggris
  4. Berpengalaman mengikuti penelitian
  5. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris (lisan & tertulis)

Surat Lamaran, CV, pas photo terbaru, dan kelengkapan pendukung lainnya dikirimkan ke :

Manajer Operasional
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran UGM
Gedung IKM Sayap Utara Lantai 2
Jl. Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281

Surat Lamaran dapat kami terima paling lambat Selasa, 11 April 2017

config

sistelkon

Silahkan mendaftar melalui tombol di atas untuk mendapatkan informasi terbaru dari website ini.

tombol CA

Buku Inovasi KIA

CoverBukuInovasiKIA

tombol-ASM

tombol-knowledge management

Tutorial Webinar

Tutorial Webinar sebagai Peserta dapat dipelajari di sini.

Links

Informasi Terbaru

Kursus Sektor Swasta dan Rumah Sakit Swasta sebagai Mitra untuk Cakupan Kesehatan Universal

penulis-PBInformasi Pendaftaran Kursus

penulis-PBFormulir Pendaftaran


  

Policy Brief

icon-reportaseMasukan Policy Brief bagi Penentu Kebijakan JKN


Video Stretching

Stretching senam - PKMK

Penyebaran Ilmu Berbasis Website
Mulai Januari tahun 2013, secara resmi PKMK membuka kegiatan baru berupa: Program Penyebaran Ilmu (Knowledge Dissemination Program). Program ini diselenggarakan menggunakan media elektronik berupa website. Berbagai ilmu pengetahuan di bidang kebijakan kesehatan dan manajemen kesehatan dikelola untuk disebarluaskan kepada seluruh pengguna di Indonesia dan di seluruh dunia melalui jaringan internet.

Website Kebijakan & Manajemen     Website Isu Prioritas
       
kkimrspembiayaan                 bencanakiamutupelayanan 
 
Website Terkait
 
idrcca