Project Experiences Divisi Manajemen Bencana

RINGKASAN EKSEKUTIF

Semua pihak ingin membantu penanganan pasien dan masyarakat terdampak COVID-19. Namun, berlimpahnya sumber daya tanpa koordinasi dan alokasi yang tepat juga dapat meningkatkan risiko bencana berikutnya, selain masalah kelangkaan sumber daya. Hal ini terjadi pada dukungan oksigen medis di gelombang kedua COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi Indonesia pada gelombang kedua COVID-19 dan memetakan stakeholder terkait dukungan oksigen medis, khususnya pada koordinasi dan alokasi sumber daya.

TUJUAN

Untuk menggambarkan kondisi Indonesia pada gelombang kedua COVID-19 dan memetakan stakeholder terkait dukungan oksigen medis, khususnya pada koordinasi dan alokasi sumber daya

HASIL DAN REKOMENDASI

Meski telah mengalami Pandemi COVID-19 dan terjadi bencana alam di tengah pandemi tetapi kesiapsiagaan perencanan untuk kebutuhan akibat lonjakan kasus di  sektor kesehatan masih lemah.Krisis kesehatan terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di rujukan. Lonjakan kebutuhan oksigen medis dan tidak ada kesiapan rencana kotingensi dan respons menjadi masalah krisis kesehatan di gelombang kedua COVID-19. Hal ini menyebabkan semua daerah di Indonesia menghadapi situasi kegawatdaruratan tetapi tidak semua daerah mengalami krisis kesehatan. Selain itu, pada saat gelombang kedua COVID-19 didapatkan bahwa baru terpetakannya kapasitas dunia usaha  dan akademisi untuk penguatan alokasi oksigen medis.

Rekomendasi diantaranya:

  1. Kepada Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes : Penajaman analisis risiko bencana non alam pada pelatihan rencana kontijensi
  2. Kepada Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, ARSADA/ PERSI: Pelatihan perhitungan kapasitas maksimum fasilitas kesehatan & daerah, serta perhitungan kebutuhan (all hazards)
  3. Kepada Kemenkes: Penguatan pemetaan kapasitas produksi oksigen medis : menambahkan pemetaan MoU RS dan Distributor, faktor jarak dan geografis

Kepada Pemerintah Pusat dan Produsen/ distributor: Memungkinkan adanya Kepada Pemerintah Pusat dan Produsen/ distributor: Memungkinkan adanya peluang pembangunan depo cadangan oksigen medis (sehari-hari dapat digunakan untuk lainnya)

TIM

  • Dr. Bella Donna, M. Kes
  • Madelina Ariani, SKM, MPH
  • Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
  • Happy Pangaribuan, SKM, MPH

WAKTU

Maret – November 2022

RINGKASAN EKSEKUTIF

Indonesia’s disaster and health crisis guidelines clearly regulate the operation of health emergency operation center based on incident command system approach, however the coordination implementation in preparedness and response of disaster is more complex due to the limitation of number as well as competency of health human resources in district level, flow of communication from detection in the surveillance section to response in the field of health crisis and coordination to activate a cross-sectoral Incident Command System (ICS) which remains unclear.

In line with WHO commitment in promoting and catalyzing the use of research evidence in public health decision making, CHPM also have planning to develop existing university partners into networks of expert by expanding number of researchers of university partners, local health institutions and stakeholders, by improving DaSK platform as a bank of health data information, including link in to other research databases such as WHO, LIPI and BRIN, as well as  by Integrating researchers, practitioners and policy makers in one agenda of local public health decision making process. CHPM needs to deepen capacity building and technical guidance in rapid reviews in existing training of policy briefs and also consider a model of mentoring. On this project, CHPM will participate and facilitate the interactive skill-building workshops on rapid evidence syntheses and evidence packaging, specifically to inform the COVID-19 pandemic response and preparedness facilitated. Furthermore, utilize our collaborative expertise in conducting and finalizing the rapid review protocol and evidence packaging process as guided as well as the dissemination and communication strategy.

TUJUAN

Interactive skill-building workshops on rapid evidence syntheses and evidence packaging, specifically to inform the COVID-19 pandemic response and preparedness facilitated, conduct and finalize the rapid review protocol and evidence packaging process as guided as well as the dissemination and communication strategy.

HASIL DAN REKOMENDASI

  • 10 artikel penelitian ini menerapkan pendekatan ICS dalam penanganan kasus COVID-19.
  • Pendekatan ICS dinyatakan mampu meningkatkan efektivitas fungsi komando, komunikasi, koordinasi dan kontrol untuk penanganan Pandemi COVID-19 yang kompleks.
  • Pendekatan ICS efektif untuk penanganan krisis kompleks di lingkup Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah, Satgas, Satgas Nasional, dan di Universitas.

TIM

  • Cochrane Indonesia:
    Detty Siti Nurdiati
    Dhite Bayu Nugroho
    Lukman Ade Chandra
  • PKMK FK-KMK UGM
    Bella Donna
    Madelina Ariani
    Gde Yulian Yogadhita

WAKTU

Maret – November 2022

RINGKASAN EKSEKUTIF

Modul rencana kontingensi bidang kesehatan yang sudah dilatihan oleh Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan perlu mendapat update berbagai kebijakan perubahan selama pandemi COVID-19 dan kejadian bencana alam lainnya yang terjadi sejak 2020-2022 ini.

TUJUAN

Merevisi modul rencana kontingensi bidang kesehatan untuk digunakan pada kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas menghadapi bencana bidang kesehatan kedepannya.

HASIL DAN REKOMENDASI

Luaran yang diharapkan :

  • Update kebijakan transformasi sistem kesehatan pilar ketahanan kesehatan
  • Update kasus-kasus manajemen bencana kesehatan di bencana tsunami Aceh hingga gempa Cianjur
  • Update penugasan dan cara fasilitasi

TIM

  • Dr. Bella Donna, M. Kes
  • Madelina Ariani, SKM, MPH
  • Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
  • Happy Pangaribuan, SKM, MPH

WAKTU

Juli – November 2022