PKMK-Yogya. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK UGM) menyelenggarakan webinar sejarah kesehatan dalam rangka Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, alumni, praktisi kesehatan, serta masyarakat umum. Webinar mengangkat tema perkembangan departemen-departemen klinis di FK-KMK UGM dalam konteks dinamika kebijakan rumah sakit pendidikan sejak 1970 hingga 2025. Kegiatan ini dipandu oleh Aulia Putri Hijriyah, S. Sej. selaku moderator. Diskusi diarahkan untuk menelusuri relasi historis antara institusi pendidikan kedokteran dan rumah sakit pendidikan, serta bagaimana dinamika kebijakan publik memengaruhi struktur departemen klinis dan pendidikan dokter spesialis.
Inovasi dan Infrastruktur SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Dok. PKMK FK-KMK UGM “Peserta Pelatihan Puskesmas Disaster Plan”
November 2025-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi bencana dan krisis kesehatan yang kerap melanda wilayahnya. Tahun 2024, Dinkes Provinsi NTB juga menfasilitasi 18 RS Pemerintah di area Provinsi NTB dalam penyusunan dokumen Hospital Disaster Plan, dimana dari kegiatan tersebut dihasilkan 16 dokumen HDP. Pada 6 November 2025, kegiatan berlanjut dengan Pelatihan Penyususan Dokumen Perencanaan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas yang dihadiri oleh 30 orang peserta dari 10 Puskesmas dan Dinkes Kab/Kota.
Banjir dan tanah longsor melanda Provinsi Aceh pada pertengahan November 2025. Bencana Hidrometeorologi terjadi sejak 18 November 2025 telah berdampak pada 18 kabupaten/kota di Aceh, tersebar di 226 kecamatan dan 3.310 desa. Ratusan korban meninggal dan hilang serta puluhan ribuan orang harus diungsikan akibat dari bencana tersebut. Informasi dari website Badan Penanggulangan Bencana Aceh, selama periode 18 November 2025 hingga 2 Desember 2025, Provinsi Aceh mencatat 156 jiwa meninggal dunia dan 181 jiwa masih hilang. Korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Data ini diduga akan terus bertambah seiring pencarian korban yang terus dilakukan.
