Arsip:

Pengantar

Reportase Kaleidoskop 2025 Transformasi Kesehatan: Melangkah Di Antara Angan dan Kenyataan

23 Desember 2025

PKMK-Yogyakarta. Dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang saat ini banyak terkendala oleh berbagai tantangan nasional maupun global, PKMK FK-KMK UGM menyelenggarakan Kaleidoskop sebagai bentuk evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan selama 2025 untuk memperkuat sistem dan pelayanan kesehatan, mutu pelayanan kesehatan, serta pengembangan digitalisasi kesehatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes selaku Ketua PKMK dengan bahasan isu global dan isu nasional, dimana isu global dimulai dengan adanya perubahan pemimpin yang menyebabkan banyak perubahan di berbagai aspek, serta isu nasional yang mulai menyinggung efisiensi anggaran. Efisiensi ini sangat berdampak terhadap sistem pendanaan terutama untuk proyek bidang kesehatan, dimana PKMK banyak terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun, dengan adanya barrier efisiensi, harapannya tidak akan menyurutkan semangat PKMK untuk aktif berkontribusi melalui proyek, pendampingan, pelatihan, serta berbagai kegiatan lainnya dalam membangun sistem kesehatan nasional dan global. read more

Kaleidoskop 2025 Transformasi Kesehatan: Melangkah diantara Angan dan Kenyataan

Latar Belakang

Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023, serta aturan turunannya berupa PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan yang diharapkan menjadi dasar bagi semua stakeholder kesehatan untuk bergerak bersama dalam upaya menyehatkan bangsa Indonesia. Kerangka regulasi ini mendukung inisiasi Transformasi Sistem Kesehatan untuk menyikapi tantangan sistem kesehatan pasca pandemi and isu-isu kesehatan global seraya mempertimbangkan beberapa kebutuhan nasional terkait perubahan pola beban penyakit, kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas. Sistem kesehatan Indonesia bertujuan untuk mencapai tingkat status kesehatan sesuai prioritas nasional dan komitmen global sesuai target-target SDGs.

Beberapa tujuan sistem kesehatan lain, misalnya ketangguhan, kesetaraan dan keadilan serta kualitas tentu tetap harus dikejar. SKI 2023 menemukan sebesar 27,8% penduduk Indonesia belum memiliki jaminan kesehatan, mirip dengan temuan Susenas pada tahun yang sama, yaitu sebesar 27,6%. Di samping itu, akses pelayanan kesehatan yang masih belum merata khususnya masih ada kesenjangan antara kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan juga kelompok tanpa jaminan kesehatan dalam mengakses pelayanan kesehatan. Menurut SKI 2023, dalam setahun terakhir 44,1% rumah tangga kelompok PBI diikuti oleh 35,9% rumah tangga tanpa jaminan kesehatan tidak mengakses layanan kesehatan.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran kesehatan untuk tahun 2025 sekitar Rp217,3 triliun. Anggaran ini mencapai 6 persen total APBN 2025, meski mandatory spending atau kewajiban alokasi anggaran untuk kesehatan telah dihapus dalam UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Dari nilai tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengelola sekitar Rp129,8 triliun, khususnya Rp105,6 triliun akan dikelola Kemenkes (di tingkat Pusat), sementara Rp24,2 triliun dialokasikan untuk pemerintah daerah (pemda) dalam bentuk dana alokasi khusus fisik dan nonfisik. Namun, pada awal Februari 2025, muncul kebijakan efisiensi anggaran sebesar Rp19,6 Triliun sehingga anggaran Kemenkes turun menjadi Rp86 trilyun. Hal ini senada dengan berkurangnya pendanaan asing untuk pendampingan teknis sejak AS menarik diri dari WHO dan juga membubarkan USAID.

Pada penghujung tahun, PKMK akan menyampaikan beberapa kegiatan kunci yang telah dilakukan sepanjang 2025 ini untuk memperkuat sistem dan pelayanan kesehatan, mutu pelayanan kesehatan, manajemen bencana, dan pengembangan digitalisasi kesehatan, di tengah berbagai tantangan sistem kesehatan.

Tujuan

Kaleidoskop PKMK 2025 bertujuan untuk:

  1. Menjabarkan kegiatan penting PKMK selama 2025 dari divisi Manajemen Mutu, Manajemen Rumah Sakit, e-health, Kebijakan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat, Manajemen Bencana Kesehatan dan Divisi Pelatihan
  2. Mengidentifikasi kontribusi kegiatan-kegiatan tersebut dalam penguatan sistem kesehatan nasional
  3. Menyampaikan rencana-rencana pengembangan ke depan untuk mendapat masukan dari para pemangku kepentingan PKMK

Agenda Kegiatan

Hari, tanggal     : Selasa, 23 Desember 2025
Pukul                   : 08.30-11.30 WIB
Tempat               : Auditorium Tahir Lantai 1

Jam Acara PIC
08.30 – 09.00 Registrasi
09.00 – 09.10 WIB Pembukaan

  • Lagu kebangsaan Indonesia Raya
  • Sambutan Ketua PKMK
Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH, MKes, MAS
09.10 – 09.20 Pengantar

Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH – Dekan FK-KMK UGM

09.20 – 10.20 WIB Paparan

  • Mendukung Penguatan Pilar Pelayanan Primer
  • Mendukung Penguatan Kualitas dalam Transformasi Kesehatan
  • Mendukung Penguatan Pilar Pelayanan Rujukan
  • Mendukung Penguatan Pilar Ketahanan Kesehatan
  • Mendukung Penguatan Pilar Teknologi Kesehatan
  • Membangun kapasitas individu dan Lembaga mendukung Pilar SDM
Moderator:

Ni Luh Putu Eka, SKM, MKes

  • Monita Destiwi, MPA – Kepala Divisi PH
  • dr. M. Hardhantyo, MPH, PhD – Kepala Divisi Manajemen Mutu
  • Ni Luh Putu Eka, SKM, MKes – Kepala Divisi Manajemen Rumah Sakit
  • Happy Pangaribuan, MPH – Kepala Divisi Manajemen Bencana Kesehatan
  • Dr. dr. Guardian Sanjaya, M.Health.Info – Kepala Divisi E-health
  • dr. Arida Oetami, M.Kes – Kepala Divisi Pelatihan

Reportase: Bestian Ovilia

10.20 – 10.40 WIB Tanggapan dan refleksi, dan identifikasi rencana investasi 2026 Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K) – Wakil Dekan FK-KMK Bidang Penelitian dan Pengembangan

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD –Ketua Board

Anggota Board lain

Reportase: Indra Komala RN

10.40 – 11.10 WIB Tanya Jawab
11.10 – 11.20 WIB Kesimpulan dan Penutup: Penajaman prioritas rencana ke depan Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH, MKes, MAS

Reportase: Naufal/ Via

11.20 – 11.30 WIB Foto bersama dan penutupan Sensa Gudya Sauma, S.Kom, M.Cs – MC

 

Reportase 48th IHF World Hospital Congress (WHC) 2025 International Hospital Federation (IHF)

oleh:
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua, FIHQN

Anggota Scientific Committee IHF Geneva
Ketua Kompartemen Mutu dan Tatakelola Klinis PERSI
Ketua Minat MMR, Departemen Kebijakan dan Manejemen Kesehatan UGM
Konsultan dan Peneliti, Pusat Kebijakan dan Manjemen Kesehatan FK KMK UGM

ihf251 700

Sebagaimana tahun lalu di Brazil, tahun ini WHC-IHF kembali mengusung lima tema utama yang menjadi fokus baik pada sesi pleno, sesi paralel, dan lokakarya, yaitu:

Kepemimpinan (Leadership)

  • Membahas berbagai peran kepemimpinan dalam mendorong transformasi strategis skala besar, termasuk tata kelola, kemitraan publik-swasta, dan reformasi layanan kesehatan nasional.
  • Mengidentifikasi dan menangani tantangan terbesar bagi para pemimpin: antara lain menyusun strategi tenaga kerja yang efektif untuk mengatasi kekurangan, burnout, dan peningkatan kapasitas SDM.
  • Berbagai pemikiran kepemimpinan yang berpusat pada pasien, membangun sistem yang tangguh, dan termasuk kepemimpinan peran rumah sakit swasta dalam mencapai Cakupan Kesehatan Universal (UHC).
  • read more

    Presentasi Policy Brief Fornas JKKI XV

    Pekan ini, Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI) menggelar presentasi Policy Brief atau memasuki fase pasca Forum Nasional JKKI XV pada 11 hingga 13 November 2025. Sejumlah topik menarik dipaparkan oleh para presenter policy brief, mulai dari tuberkulosis, rencana induk bidang kesehatan (RIBK), diabetes melitus (DM), climate resilience, gizi kesehatan, integrasi layanan primer, bencana kesehatan, layanan rujukan, alat kesehatan, dokter spesialis, kebijakan obat, dan organisasi kesehatan. Rangkaian kegiatan ini dapat diakses secara gratis dan terbuka untuk umum. Webinar dapat disimak saat acara berlangsung dengan bergabung melalui link https://pkmkfk.net/policybriefjkki

    Webinar Memahami Permenkes Nomor 11 Tahun 2025: Konsolidasi Standar Risiko dalam Ekosistem Kesehatan Nasional

    Dalam upaya memperkuat tata kelola sektor kesehatan di Indonesia, pemerintah terus melakukan pembaruan kebijakan yang menyesuaikan dengan dinamika regulasi dan kebutuhan pelaku usaha. Salah satu kebijakan terbaru yang menjadi perhatian adalah penerbitan eraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2025, yang berfokus pada penerapan standar kegiatan usaha dan produk/jasa berbasis risiko di subsektor kesehatan. Webinar dilaksanakan pada 10 November 2025 dan dapat diikuti umum melalui https://pkmkfk.net/webinarPermenkes11 . Webinar ini harapannya dapat menginisiasi diskusi lintas pelaku agar kebijakan tidak berhenti di dokumen, tetapi mengubah behavioral logic operasional di lapangan. read more

    Reportase Topik #3 Kebijakan Climate-Resilient dan Low Carbon Health System

    Perubahan iklim kini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia. Dampaknya tidak hanya meningkatkan risiko berbagai penyakit, melainkan juga menekan kapasitas sistem kesehatan nasional yang meliputi struktur pelayanan kesehatan, sumber daya manusia, hingga infrastruktur fasilitas kesehatan. Di sisi lain, sektor kesehatan juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca melalui konsumsi energi, limbah medis, serta rantai pasok farmasi dan alat kesehatan yang berjejak karbon tinggi. read more

    Reportase Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan dalam Simulasi Nasional Kesiapsiagaan menghadapi Megathrust di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025

    Menindaklanjuti undangan Kemenkes no. KK.02.02/A.X/3386/2025  terkait Undangan Narasumber / Fasilitator Peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan dalam Simulasi Nasional Kesiapsiagaan menghadapi Megathrust di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025 tertanggal 22 Agustus 2025 kepada PKMK FK-KMK UGM. PKMK menugaskan apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid sebagai narasumber untuk kegiatan tersebut, dimana tujuan dari simulasi nasional ini untuk  koordinasi lintas sektor, kesiapan fasilitas kesehatan serta respons cepat dalam penanganan korban bencana.

    Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguji rencana kontingensi gempa dan tsunami Provinsi Sumatera Barat [ LINK ] terhadap Pedoman Nasional Krisis Kesehatan [ LINK] dengan beberapa penekanan seperti penanganan pra-hospital dan mobilisasi dan pengorganisasian TCK-EMT oleh HEOC yang dioperasionalisasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini terbagi dalam Pembukaan, Academic Session dan TFG (Tactical Floor Game), Command Post Exercise atau gladi posko, dan Field Simulation Exercise atau gladi lapang, kegiatan ini diadakan oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI bekerja sama dengan BNPB, Pusdikkes TNI dan Pemda Sumatera Barat dikomandoi oleh Budiman SKM MKes sebagai Direktur Gladi.

    Hari 1

    Academic Session dan Tactical Floor Game (TFG), 1 September 2025.

    Sebelum simulasi bencana, diadakan academic session, yang merupakan pengarahan atau pelatihan persiapan yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan konteks yang dibutuhkan untuk latihan. Tujuan utamanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan memastikan peserta memahami rencana tanggap darurat, peran mereka, dan prosedur utama dalam lingkungan pendidikan yang bebas stres sebelum mempraktikkannya.

    Tujuan utama dari academic session diantaranya:

  • Membangun pondasi pengetahuan, peserta simulasi menerima penyegaran materi atau pengarahan yang mencakup konsep-konsep penting dari simulasi, seperti dasar-dasar insiden korban massal, system komando bencana, dan tinjauan rencana kontingensi.
  • Memperjelas peran dan tanggung jawab, untuk menjelaskan secara tugas individu dan tim setiap peserta selama simulasi, memastikan semua orang mengetahui fungsi mereka dalam rantai komando.
  • Menetapkan tujuan dan kriteria evaluasi: Penyelenggara menggunakan sesi ini untuk menentukan tujuan latihan dan menjelaskan aspek respons apa saja, terutamanya Kepmenkes Nomor 1502 Tahun 2023 dan Kepmenkes Nomor 1588 Tahun 2023, yang akan diuji implementasinya terhadap rencana kontinensi megathrust Sumatera Barat.
  • read more

    Reportase Hospital Management Asia 2025

    Hari 1: 10 September 2025 Hari 2: 11 September 2025 Hari 1: 10 September 2025

    Sesi Pembukaan Hospital Management Asia 2025

    Ho Chi Minh City Vietnam

    PKMK-Vietnam. Pertemuan tahunan HMA pada tahun 2025 diselenggarakan di Ho CHi Minh City Vietnam, 10 – 11 September 2025. Dihadiri 1200 peserta dengan 65% peserta adalah CEO RS di Asia. Saya diundang sebagai salah satu juri dalam Hospital Management Asia (HMA). Seperti diketahui HMA menyelenggarakan Award di berbagai kategori. Posisi sebagai juri ini sudah sekitar 10 tahun saya lakukan bersama HMA. Pengamatan saya memang partisipasi RS-RS Indonesia dalam Award masih kurang, walaupun saat ini sudah semakin membaik. read more

    Reportase NGOPI Bareng PKMK-KMK UGM Seri 2: Sosialisasi Penyusunan Modul dan Kurikulum di Bidang Kesehatan

    PKMK-Yogyakarta. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan bersama Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan menyelenggarakan NGOPI (Ngobrol produktif dan inspiratif) Bareng Seri 2 yang membahas seputar penyusunan modul dan kurikulum di bidang kesehatan pada Selasa (10/9/2025) di Gedung Litbang, FK-KMK UGM. Pada edisi kali ini, materi disampaikan oleh dr. Tridjoko Hadianto, DTM & H., M.Kes, selaku Koordinator Pengembangan Pendidikan dan Perlengkapan Departemen Parasitologi FK-KMK UGM, sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Alma Ata Yogyakarta.

    Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan tata cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, kurikulum merupakan pengalaman pendidikan yang dirancang untuk menggambarkan pengetahuan, keterampilan, dan standar yang diharapkan dan disusun secara terstruktur. Kurikulum mencakup segala hal mengenai tujuan pembelajaran secara keseluruhan, =&0=&, =&1=& pengajaran, dan =&2=&. Penilaian merupakan poin penting untuk membentuk komitmen individu dalam tujuan untuk menjadi kompeten. Kurikulum penting untuk membantu pendidik dan pelajar mencapai tujuan pendidikannya.

    Sementara, modul adalah unit-unit kecil yang merupakan bagian dari kurikulum. Modul berisi materi, kegiatan, dan penilaian yang terstruktur untuk membantu mencapai tujuan pelatihan dan pembelajaran tertentu. Umumnya, modul juga memuat panduan bagi pengajar atau pengelola pembelajaran tentang cara menyampaikan materi pengajaran. Susunan modul yang baik meliputi judul yang menarik, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran (informasi, konsep, dan teori yang relevan), kegiatan pembelajaran, penilaian (untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran), referensi (sumber bacaan untuk menunjang pembelajaran), dan rencana tindak lanjut (saran topik lanjutan setelah menyelesaikan modul). Materi berupa video sangat disarankan, mengingat ada beberapa hal yang sulit dijelaskan jika hanya melalui narasi.

    Pada sesi diskusi, Tridjoko menyampaikan beberapa hal penting mengenai strategi penyusunan modul dan kurikulum. Judul modul sebaiknya dipikirkan dan dicantumkan di akhir proses penyusunan, seringkali penentuan judul yang menarik dan sesuai dengan keseluruhan isi modul masih menjadi tantangan, sehingga membutuhkan waktu untuk memantiknya. Topik modul sebaiknya disusun sesuai dengan relevansi sasaran yang ingin dituju. Selain itu, membuat modul perlu disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya atau bisa dilakukan uji coba berupa simulasi. Hal ini memungkinkan penyampaian topik menjadi lebih relevan dan mudah dipahami oleh peserta. Perlu menjadi catatan bagi pengelola pembelajaran atau pemilik course untuk selalu mengecek fitur umpan balik dari peserta. Ini merupakan hal yang sering dilewatkan oleh pemilik course, sehingga komunikasi pembelajaran tidak berjalan dua arah. Kemudian, disarankan pula agar fitur umpan balik disambungkan ke WhatsApp pemilik course untuk memudahkan proses belajar. Dalam konteks ini, proses maintaining menjadi aspek penting setelah modul dan course berhasil dikembangkan.

    Reporter: Firda Alya (PKMK UGM)

    Reportase MedInfo 2025

    Reportase MedInfo 2025

    MEDINFO 2025 adalah konferensi internasional terbesar di bidang informatika kesehatan yang diselenggarakan oleh International Medical Informatics Association (IMIA). Ajang ini mempertemukan peneliti, praktisi, perumus kebijakan, dan inovator dari seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, riset terbaru, dan solusi digital dalam sistem kesehatan. MEDINFO diadakan setiap dua tahun sekali dan menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dan sektor. Tahun ini tepatnya pada 9–13 Agustus 2025, MEDINFO digelar di Taipei International Convention Center (TICC), Taiwan, dengan tema “Healthcare Smart × Medicine Deep”. Konferensi ini berfokus pada bagaimana kecerdasan buatan dan teknologi informasi klinis mendalam dapat memperkuat sistem kesehatan global. MEDINFO tahun ini mengangkat 5 track utama diantaranya: Information and Knowledge Management, Human, Organizational, and Social Aspects, Health Data Science & Artificial Intelligence, Quality, Safety, & Outcomes, dan Global Health Informatics, delegasi internasional akan membahas berbagai isu dalam rangkaian presentasi, diskusi panel, workshop, hingga pameran teknologi kesehatan digital. TIm UGM mengikuti kegiatan tersebut dan melaporkan liputannya melalui website ini.  read more