Buying Experience dan Observasi Pelayanan Gleneagles Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia Serta Sharing Session Bersama Prof. Dr. Sharifa Ezat Wan Puteh
Hari 3: Minggu, 12 Oktober 2025

Kegiatan diselenggarakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK–KMK UGM dan IAMARSI DIY
Kunjungan di Kuala Lumpur, Malaysia dimulai dengan observasi di Gleneagles Hospital, yaitu RS swasta yang menarget segmen pasar lokal dan internasional. RS ini didukung dengan 2 gedung utama. Gedung A terdiri dari IGD (Accident and Emergency), Farmasi, X-Ray, Diabetes Care, Rehabilitation Center, serta MOB Specialist Clinic. Sedangkan di Gedung B, terdiri dari 8 lantai dengan lantai Ground terdiri dari eye shop, ruang tunggu dan toko-toko retail. Lantai 1 terdiri dari toko 7 Eleven, Hand and Microsurgery, Rehabilitation, Farmasi, Breast Care, Neuro, serta Ruang IT, gas medis, listrik, telepon dan PTS Riser. Lantai 5 Gedung A terdiri dari Othopedica, Health Check Up, dan Heart Clinic; sedangkan lantai 8 terdiri dari poliklinik spesialis. Alur pelayanan dari Gleaneagles ini tidak dapat diamati karena kunjungan pada hari Minggu hampir tidak ada kunjungan di semua poliklinik, kecuali IGD.

Setelah kunjungan dari Gleneagles Hospital, kegiatan berikutnya yaitu dinner dan sharing session bersama Prof. Dr. Sharifa Ezat Wan Puteh dari Public Health Medicine Specialist, Faculty of Medicine, Universiti Kebangsaan Malaysia terkait dengan Malaysia’s Health System dan Medical Tourism. Dalam sistem pendanaan kesehatan di Malaysia, di samping berkembangnya private healthcare, masih banyak juga subsidi dari pemerintah. Sehingga meskipun sudah ada Universal Health Coverage, namun jumlah out of pocket juga semakin banyak. Saat ini presentase RS Pemerintah yang disubsidi sebesar 74,7% dengan masalah kesehatan terbesar yaitu diabetes mellitus, obesitas dan penyakit jantung, dengan penyebab kematian tertinggi yaitu Ischemic Heart Disease sebesar 16,1%. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan masalah kesehatan tersebut meliputi pola hidup yang kurang sehat, stres, gangguan kecemasan, hingga kebiasaan merokok. Hal ini diperparah dengan kondisi pasca pandemi COVID-19, dimana isu kesehatan mental mulai meningkat terutama pada remaja dan dewasa.
Pemanfaatan pelayanan kesehatan saat ini untuk layanan rawat jalan mencapai 12 juta RM untuk 1 keluarga dengan tingkat pendapatan rendah serta dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 5 orang. Penggunaan asuransi kesehatan swasta mencapai angka 22% dari keseluruhan populasi pada tahun 2019 karena seluruhnya sudah disubsidi oleh pemerintah.
Dalam hal pengembangan sumber daya manusia, pendidikan dokter mulai dari kompetensi klinis hingga menjadi dokter masih terpusat dari Kementerian Kesehatan Malaysia dengan sistem Hospital Based, sehingga dokter-dokter tersebut mempunyai kewajiban untuk mengabdi di institusi tempat dia mendaftar. Namun, sistem pendidikan ini masih menemui tantangan, diantaranya banyak dokter yang resign karena wahana atau institusi fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah kurang, serta karena isu kesehatan mental seperti stres, depresi, dan isu bullying. Untuk pemberian honor dan insentif di RS Pemerintah, jasa dokter yang diberikan hampir semua merupakan gaji tetap, namun dapat ditambahkan dengan jasa pelayanan jika bertugas on call. Berbeda di RS swasta, saat ini terdapat regulasi baru terkait jasa dokter yang dapat diberikan secara fee for service untuk dokter-dokter senior. Selain itu, jika dokter tersebut bertugas di RS pemerintah, maka terdapat kewajiban untuk hanya melayani pasien private wings setelah jam kerja pelayanan selesai. Berbeda dengan RS swasta, dimana dokter senior dapat bebas hanya praktik di private wings saja. Terkait pembiayaan, bagian yang bertugas untuk menangani universal coverage adalah bagian medical development dari Kementerian Kesehatan; berbeda dengan di Indonesia yang UHC diatur oleh BPJS Kesehatan. UHC tersebut juga hanya diterapkan hanya di RS pemerintah saja, namun perhitungan biaya dalam UHC tersebut tidak didasarkan pada clinical pathway. Regulasi klinik swasta juga diatur sangat ketat untuk tidak boleh profit meskipun tidak melayani pasien-pasien UHC.
Aturan pemerintah saat ini terkait dengan loyalitas praktik, bahwa banyaknya tempat praktik yang diperbolehkan untuk masing-masing dokter dinilai oleh para supervisor di institusinya (berdasarkan workload dan faktor lainnya). Namun, untuk dokter yang bekerja di RS pemerintah ditetapkan regulasi bahwa gaji dokter di RS lain (RS Swasta) tidak boleh lebih dari 40% dari gaji RS asalnya. Saat ini rasio dokter dibanding pasien masih terpusat di Central Malaysia, namun di daerah pinggiran rasio tersebut masih buruk. Selain itu, gaji dokter di daerah tersebut juga dianggap kurang worthy sehingga dokter-dokter tersebut enggan untuk pergi ke daerah pinggiran. Kisaran angka gaji untuk dokter umum sekitar 3000-4000 RM, untuk dokter spesialis junior sebesar 12.000 RM, untuk dokter spesialis konsultan sebesar 30.000 RM, sedangkan untuk dokter-dokter di RS Swasta bisa mencapai 50.000-100.000 RM. Aturan lain terkait dokter asing juga diatur secara ketat dimana dokter-dokter asing tersebut boleh melakukan praktik di Malaysia dengan penyelesaian masa training selama 2 tahun.
Pengembangan medical & wellness tourism di Malaysia mulai dimanfaatkan sebagai cost savings karena dapat menghasilkan revenue di RS. Data kunjungan menunjukkan presentase 60% dengan dominasi asal kunjungan dari Indonesia, dengan kunjungan medical tourism lebih tinggi dibandingkan dengan wellness tourism. Berdasarkan tren kunjungan wellness di Malaysia, pelayanannya masih terpusat di primary care. Hal ini sesuai dengan konsep rujukan berjenjang dimana pelayanan dilakukan mulai dari primary care kemudian baru dirujuk ke RS jika membutuhkan penanganan lebih lanjut. Namun, beberapa RS Swasta saat ini juga mulai memiliki layanan wellness. Saat ini, group holding di Malaysia yang paling besar yang bergerak di bidang layanan kesehatan dan shopping complex serta layanan kesehatan yaitu Sunway Medical Center. Health tourism sendiri di Malaysia sudah memiliki lembaga yang menaungi dibawah naungan pemerintah kerajaan (Bestian).