Kamis, 18 Juni 2026

Dalam dekade terakhir, pendekatan kesehatan global mulai bergeser dari paradigma disease-centered care menuju function-centered care, di mana massa otot rangka (skeletal muscle mass) semakin diakui sebagai salah satu determinan utama kesehatan metabolik, kapasitas fungsional, dan kualitas hidup sepanjang usia. Otot rangka tidak lagi dipandang hanya sebagai organ penggerak tubuh, melainkan juga sebagai organ metabolik yang berperan dalam regulasi glukosa dan sensitivitas insulin, organ endokrin melalui sekresi myokines yang memengaruhi sistem imun dan inflamasi, reservoir protein yang mendukung proses pemulihan tubuh, serta faktor penting dalam menjaga kemandirian fungsional terutama pada populasi lanjut usia.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penurunan massa otot atau sarcopenia berkaitan erat dengan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, obesitas, sindrom metabolik, osteoporosis, hingga frailty syndrome. Oleh karena itu, latihan resistensi (resistance training) semakin mendapatkan pengakuan sebagai salah satu intervensi utama yang efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan massa otot sekaligus mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Menjawab kebutuhan akan edukasi berbasis sains mengenai latihan resistensi, PKMK FK-KMK UGM bersama Fitness Professional Academy (FPA) dan didukung oleh HOPE Wellness from Bali Royal Hospital (HW-BRH), serta universitas mitra menyelenggarakan Webinar Muscle is Medicine Seri 5 bertajuk “Resistance Training Upper Body – Pull” pada Kamis, 18 Juni 2026 secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, akademisi, praktisi kebugaran, dan masyarakat umum mengenai prinsip latihan resistensi berbasis bukti ilmiah untuk mendukung pencegahan dan manajemen berbagai penyakit kronis.

Sesi utama webinar disampaikan oleh dr. Tanjung Subrata dengan topik “Resistance Training Upper Body – Pull”. Pada sesi pertama, dr. Tanjung membahas berbagai latihan yang berfokus pada kelompok otot punggung, yaitu Wide-Grip Vertical Pulldown, Chin-Up, Neutral-Grip Horizontal Row, dan Barbell Bent-Over Row. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kelompok otot punggung memiliki peran penting dalam gerakan menarik (pull movement), menjaga postur tubuh, menstabilkan tulang belakang, serta mendukung berbagai aktivitas fungsional sehari-hari. Peserta diperkenalkan pada prinsip dasar latihan tarikan vertikal dan horizontal yang bertujuan meningkatkan kekuatan, koordinasi, serta keseimbangan perkembangan otot tubuh bagian atas.
Selain membahas fungsi kelompok otot yang terlibat, dr. Tanjung menekankan pentingnya menjaga posisi tubuh yang stabil selama latihan. Aktivasi otot inti (core), kontrol gerakan, serta penggunaan rentang gerak yang sesuai menjadi faktor penting untuk memaksimalkan manfaat latihan sekaligus mengurangi risiko cedera. Peserta juga diajak memahami bahwa kualitas gerakan dan teknik yang benar lebih penting dibandingkan penggunaan beban yang terlalu berat.
Pada sesi kedua, pembahasan difokuskan pada latihan pendukung upper body pull yang melibatkan otot bahu belakang, trapezius, dan bisep melalui Dumbbell Rear Deltoid Fly, Dumbbell Trap Shrug, Dumbbell Biceps Curl, serta EZ Bar Biceps Curl. dr. Tanjung menjelaskan bahwa kelompok otot tersebut berperan penting dalam mendukung gerakan menarik, menjaga stabilitas bahu, serta meningkatkan kekuatan lengan atas. Penguatan otot-otot ini juga membantu menciptakan keseimbangan perkembangan tubuh bagian atas sehingga dapat menunjang performa latihan maupun aktivitas sehari-hari. Dalam sesi ini, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemilihan beban yang sesuai, menjaga kontrol gerakan selama latihan, serta menghindari penggunaan momentum tubuh yang berlebihan. dr. Tanjung menegaskan bahwa latihan resistensi yang dilakukan secara konsisten, progresif, dan dengan teknik yang tepat akan memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan sekadar berfokus pada peningkatan beban latihan.
Setelah pemaparan materi, peserta menyaksikan video pembelajaran yang mendemonstrasikan langkah-langkah pelaksanaan berbagai latihan upper body pull yang telah dibahas selama webinar. Melalui video tersebut, peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai posisi tubuh yang tepat, teknik gerakan yang aman, serta aspek keselamatan yang perlu diperhatikan selama melakukan latihan resistensi. Video pembelajaran ini membantu peserta menghubungkan konsep teori dengan praktik sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih mudah.
Pada sesi diskusi, peserta aktif membahas berbagai aspek praktis dalam penerapan latihan upper body pull. Pertanyaan yang diajukan mencakup fungsi berbagai kelompok otot punggung dan bahu, peran otot inti (core) dalam latihan resistensi, serta pemilihan jenis latihan yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu. dr. Tanjung menjelaskan bahwa hampir seluruh latihan resistensi melibatkan kerja otot inti sebagai penstabil tubuh, sehingga penting untuk memahami biomekanika gerakan agar latihan dapat dilakukan secara efektif dan aman.
Selain itu, peserta juga mendiskusikan penggunaan alat latihan, keterbatasan mobilitas bahu saat melakukan gerakan pull, serta pengaturan set dan repetisi bagi pemula. Dalam sesi ini ditekankan bahwa tidak terdapat satu pendekatan yang berlaku untuk semua orang karena kemampuan fisik, mobilitas, dan tujuan latihan setiap individu dapat berbeda. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengombinasikan berbagai variasi gerakan pull untuk melatih kelompok otot secara lebih seimbang serta menyesuaikan program latihan dengan kebutuhan masing-masing.
Melalui webinar ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai prinsip latihan upper body pull yang melibatkan kelompok otot punggung, bahu belakang, trapezius, dan bisep sebagai komponen utama dalam gerakan menarik. Selain memahami fungsi anatomi dan biomekanika masing-masing kelompok otot, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai teknik latihan yang aman, efektif, dan berbasis bukti ilmiah. Diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat mendukung tenaga kesehatan, praktisi kebugaran, akademisi, maupun masyarakat umum dalam menerapkan latihan resistensi secara tepat guna meningkatkan kesehatan metabolik, kapasitas fungsional, serta kualitas hidup secara berkelanjutan.
Reporter : Yuka Nabila Shauma – PKMK FK-KMK UGM