Manajemen Bencana Kesehatan
Senin, 12 Januari 2026
PKMK-Yogyakarta. Pada pertengahan November 2025, Provinsi Aceh menghadapi krisis kemanusiaan akibat bencana hidrometeorologi masif yang berdampak pada 18 kabupaten/kota. Berdasarkan data BNPB per 31 Desember 2025, eskalasi bencana ini mengakibatkan 572 korban jiwa dan memaksa lebih dari 350 ribu warga mengungsi, dengan sebaran dampak yang luas. Sebaran wilayah terdampak meliputi Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, hingga Nagan Raya.


PKMK-Bangkok. ASEAN berkomitmen untuk memperkuat manajemen kesehatan bencana di kawasan ini melalui serangkaian prioritas dalam Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Manajemen Kesehatan Bencana (ALD-DHM) yang diadopsi pada KTT ASEAN ke-31 pada 13 November 2017. Salah satu prioritasnya adalah membangun mekanisme kolaborasi untuk penguatan kapasitas komprehensif dalam manajemen kesehatan bencana di tingkat nasional dan regional. Prioritas tersebut mencakup kegiatan pendidikan dan akademik yang bertujuan untuk “Memperkuat kerja sama dan peningkatan Jaringan Akademik yang aktif di antara Program DHM untuk melakukan penelitian dan mengambil pelajaran dari DHM di berbagai acara dan negara, dalam mendukung pengembangan solusi dan inovasi baru”.