Traveling Seminar Bangkok – Kuala Lumpur #hari 1

Dinner dan Sharing Session bersama Prof. Siripen

Hari 1: Jumat, 10 Oktober 2025

Kegiatan diselenggarakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK–KMK UGM dan IAMARSI DIY

Traveling seminar dilaksanakan dengan diawali oleh rangkaian seminar dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan ke RS dan resort yang ada di Bangkok, Thailand dan Kuala Lumpur, Malaysia untuk meninjau lebih dalam bagaimana proses pelayanan, strategi, serta produk apa saja yang ditawarkan kepada pelanggan, khususnya dalam pelayanan medical & wellness tourism. Kunjungan dilaksanakan pada 10-13 Oktober, diawali dengan kunjungan di Bangkok pada 10 Oktober, dilanjutkan ke Kuala Lumpur pada 12 Oktober.

Kunjungan di Bangkok dibuka dengan dinner dan sharing session bersama Professor Dr. Siripen Supakankunti dari Center of Excellence for Health Economics, Faculty of Economics, Chulalongkorn University dengan topik bahasan National Health Insurance System in Thailand and Current Situation of Thailand’s UHC, serta bahasan terkait dengan Medical Tourism di Thailand.

Topik pertama terkait dengan sistem asuransi kesehatan nasional di Thailand dibuka dengan penjelasan terkait dengan kondisi demografi di Thailand, dimana diantara 71,7 juta penduduk Thailand (2022), didominasi oleh perempuan dibandingkan dengan laki-laki, selain itu, usia harapan hidup perempuan juga lebih tinggi dibandingkan laki-laki karena tingginya kecelakaan yang terjadi di Thailand yang biasanya didominasi oleh korban laki-laki. Saat ini, GDP Thailand lebih rendah dibandingkan GDP di Indonesia. Meskipun begitu, target UHC yang ingin dicapai Thailand terkait dengan pengeluaran untuk penyakit katastropik diharapkan dapat mencapai <2%. Cakupan Universal Coverage di Thailand telah mencapai 71% (47.46 juta jiwa), dengan penghasilan didapatkan dari pajak. Paket manfaat yang bisa didapatkan oleh masyarakat diantaranya promosi kesehatan, pencegahan penyakit, tindakan kuratif, serta tindakan rehabilitatif. Pengeluaran saat ini untuk Universal Coverage telah mencapai 4074 THB per kapita, dengan utilisasi pasien rawat jalan yaitu 3.5 kunjungan per orang per tahun, dengan total kunjungan rawat jalan yaitu 161. 373 juta kunjungan; serta admisi pasien rawat inap mencapai 6.201,940 admisi dengan Length of Stay (LOS) rata – rata mencapai 5.07 hari, dan utilization rate mencapai 0.13 admisi per orang per tahun.

Selama 5 tahun, NHSO menerapkan perencanaan strategis dengan fokus perencanaan pada 2023-2027 yaitu melanjutkan rencana 5 tahun sebelumnya, meliputi marginal group, manajemen efisiensi pendanaan termasuk audit, HPO (kecepatan dan resiliensi), serta utilisasi data.

Terkait dengan proporsi populasi masyarakat Thailand berdasarkan usia, dominasi lebih banyak pada usia completed aged society yang mencapai 20% pada 2021, dan diprediksi akan mencapai 30% (20,9 juta jiwa) pada 2035 dengan dominasi super – aged society. Hal ini ditunjukkan dengan data dari populasi dunia bahwa Thailand menduduki peringkat ke – 10 untuk masyarakat dengan proporsi usia 60+ dengan presentase mencapai 15,6% pada tahun 2015, dan diprediksi akan menduduki peringkat ke – 6 dengan presentase mencapai 30,2% pada 2035.

Dalam mencapai Universal Coverage, terdapat beberapa enabling factors, meliputi dukungan politik yang kuat dari stakeholders untuk mendukung efisiensi RS, mengetahui kapasitas sistem kesehatan, serta integrasi antara para reformersresearchers, dan politisi untuk berkolaborasi dalam sistem kesehatan. Diantara kunci sukses tersebut, masih ditemukan beberapa tantangan yang terjadi, diantaranya distribusi infrastruktur dan SDM, harmonisasi skema asuransi kesehatan, stabilitas finansial jangka panjang (pengaruh dari rapid aging population), mutu pelayanan, serta layanan primer di daerah urban yang belum meningkat.

Pembahasan topik kedua terkait dengan medical tourism yang diterapkan di Thailand membahas bagaimana industri kesehatan di Thailand dapat berkembang dan terjadi perubahan dalam komponen kunci dalam sistem kesehatan, meliputi perkembangan sosio ekonomi dan politik, demografi dan migrasi, kecanggihan teknologi biomedis, serta health seeking behavior dan perubahan gaya hidup masyarakat selama 10 tahun terakhir. Tren saat ini menunjukkan peningkatan baik di sektor public atau swasta, dimana medical tourism telah masuk dan menjadi kebutuhan global dalam pelayanan kesehatan, serta dapat menarik pelanggan dari seluruh dunia.

Terkait dengan multilateral trade negotiations, The General Agreements of Thailand Services (The GATS) mengelompokkan kategori pelayanan kesehatan, dimana pelayanan kesehatan umum dan gigi dapat dilakukan oleh perawat, bidan, fisioterapis, dan paramedis lainnya yang dikategorikan terpisah sebagai “Professional Services”. Dan hingga saat ini, komitmen untuk meningkatkan pergerakan dan investasi lintas negara, terutama dalam bidang kesehatan telah dilakukan termasuk di Thailand.

Pada 2010, penghasilan yang dicapai dari wisatawan asing mencapai 6% dari pendapatan nasional. Meskpun jumlah tersebut hanya mencapai 10% dari nilai ekspor barang, namun penghasilan tersebut masih dinilai penting karena industri wisata  membutuhkan sumber daya didalam negeri dan akan dikembalikan kepada masyarakat Thailand. Pada tahun 2019 sebelum pandemi, Thailand mencapai puncak kunjungan wisatawan internasional hingga mencapai 39.8 juta jiwa; serta mencapai 32,40 juta jiwa pada 2024. Penghasilan yang didapatkan juga terus meningkat seiring waktu, yaitu mencapai 1.2 triliun Baht pada  2023, dan pada tahun 2024, wisatawan internasional dapat menghabiskan biaya sebesar 42,7 milyar USD di Thailand. Jenis perawatan yang dapat diperoleh di Thailand diantaranya perawatan kanker, hip replacements, transplantasi organ, pemeriksaan jantung, bedah plastil, bedah jantung, laser eye surgeries, balloon dilatation, serta kelahiran section caesaria  (Bestian).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*