Arsip:

Pengantar

Reportase policy course | From Evidence to Action: The application of Health Technology Assessment, Priority Setting, and Strategic Purchasing for Population Health in enhancing Health System Performance and advancing Universal Health Coverage

Waktu

Kegiatan / Topik

Narasumber

Hari 1 – Rabu, 3 Juni 2026

08.30 – 09.00

Registrasi Peserta

09.00 – 09.15

  • Sambutan Pembukaan
  • Pengantar dan Struktur Pelatihan
  • Prof. Laksono Trisnantoro
    Guru Besar Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FKKMK UGM
  • Prof. Yingyao Chen
    Direktur NHC Key Laboratory of Health Technology Assessment, Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

09.15 – 10.00

Gambaran Umum Health Technology Assessment (HTA) dan Pengalaman Implementasinya di Tiongkok

MATERI

Prof. Yingyao Chen

10.00 – 11.00

Pengembangan Kebijakan Nasional Health Technology Assessment sebagai Dasar Pengambilan Keputusan: Pengalaman Indonesia

MATERI

Prof. Laksono Trisnantoro

11.00 – 11.30

Istirahat dan Jamuan Ringan

11.30 – 12.30

Pemanfaatan Health Technology Assessment untuk Meningkatkan Keadilan Sistem Kesehatan: Kebijakan, Tantangan, dan Pengalaman Program Universal Coverage Scheme di Thailand

MATERI

Prof. Siripen Supakankunti
Centre of Excellence for Health Economics, Fakultas Ekonomi, Universitas Chulalongkorn, Thailand.

12.30 – 14.00

Istirahat Makan Siang

14.00 – 15.00

Dari Bukti Ilmiah Menjadi Kebijakan: Pembelajaran dari Health Technology Assessment Vaksin di Indonesia untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Program Imunisasi yang Berkelanjutan

MATERI

Prof. Jarir At Thobari
Departemen Farmakologi dan Terapi; Pusat Kajian Epidemiologi dan Biostatistik Kesehatan (CEBU); Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada; Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI); serta Indonesia Health Technology Assessment (Ina-HTA).

15.00 – 16.00

Peran Health Technology Assessment dalam Pengendalian Biaya dan Pembiayaan Kesehatan yang Strategis

MATERI

Prof. Sharifa Ezat Wan Puteh
Departemen Kedokteran Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia.

16.00 – 16.30

Istirahat dan Jamuan Ringan

16.30 – 17.30

Sintesis Bukti untuk Menilai Keamanan dan Efektivitas dalam HTA: Prinsip Meta-Analisis dan Praktik Penggunaan RevMan

MATERI

Prof. Madya Pei Wang
Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

Hari 2 – Kamis, 4 Juni 2026

09.00 – 10.00

Metode Evaluasi Ekonomi dalam Health Technology Assessment: Analisis Cost-Effectiveness dan Implementasinya Menggunakan Microsoft Excel

Prof. Madya Yan Wei
NHC Key Laboratory of Health Technology Assessment, Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

10.00 – 11.00

Penetapan Prioritas dan Peran Strategis Health Technology Assessment

Prof. Madya Shimeng Liu
NHC Key Laboratory of Health Technology Assessment, Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

11.00 – 11.15

Istirahat dan Jamuan Ringan

11.15 – 12.15

Metode Evaluasi Ekonomi dalam Health Technology Assessment: Analisis Dampak Anggaran (Budget Impact Analysis)

Prof. Min Hu
NHC Key Laboratory of Health Technology Assessment, Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

12.15 – 13.30

Istirahat Makan Siang

13.30 – 14.15

Pembelian Strategis dalam Universal Coverage Scheme Thailand

Prof. Chantal Herberholz
Direktur Centre of Excellence for Health Economics, Fakultas Ekonomi, Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand.

14.15 – 15.00

Penetapan Prioritas Berbasis HTA untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Prof. Eng-Kiong Yeoh
Direktur Centre for Health Systems and Policy Research, JC School of Public Health and Primary Care, The Chinese University of Hong Kong.

15.00 – 15.45

Pembelian Strategis untuk Mendukung Pencapaian Universal Health Coverage dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Prof. Eng-Kiong Yeoh

15.45 – 16.15

Istirahat dan Jamuan Ringan

16.15 – 17.00

Diskusi dan Refleksi Pelatihan

Strategic Purchasing and Health Technology Assessment

PKMK-Shanghai. Dalam sambutannya, Prof. dr Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan ilmiah bertajuk “Dari Bukti ke Tindakan: Penerapan Penilaian Teknologi Kesehatan (Health Technology Asessment/ HTA), Penetapan Prioritas, dan Pembelian Strategis untuk Kesehatan Masyarakat dalam Meningkatkan Kinerja Sistem Kesehatan dan Memajukan Cakupan Kesehatan Universal.” Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jaringan Asia-Pasifik untuk Penguatan Sistem Kesehatan (ANHSS) bersama Fudan University, Tiongkok ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran, diskusi, dan pertukaran pengalaman antarnegara dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis bukti.  read more

Reportase Serah Terima Jabatan Ketua Board PKMK FK-KMK UGM

PKMK-Yogyakarta. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM menggelar Serah Terima Jabatan Ketua Board di ruang Auditorium Gedung Tahir FK-KMK UGM Lantai 8 pada Selasa (13/05/2026). Kegiatan dihadiri oleh tamu undangan yang berasal dari eksternal yaitu Dekanat FK-KMK UGM, perwakilan dari pusat kajian di lingkungan FK-KMK UGM, serta dari internal antara lain para peneliti, asisten peneliti, dosen, konsultan, serta staf dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM serta Departemen HPM FK-KMK UGM.

Kegiatan diawali dengan sambutan pertama oleh Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes., MAS, selaku ketua Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM. Dalam sambutannya, dr Andre menyampaikan apresiasi khusus kepada Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Board PKMK FK-KMK UGM lama, karena upaya dan pengorbanan besar demi eksistensi PKMK FK-KMK UGM sebagai pusat kajian yang besar dalam periode waktu yang panjang. Pihaknya juga menyampaikan pentingnya sinergi dengan semua pihak dalam menghadapi dinamika baru di dalam organisasi.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan FK-KMK UGM, Prof. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH. Dalam sambutannya, Prof Yodi menyampaikan terkait andil berbagai unit kerja di lingkungan FK-KMK UGM, salah satunya PKMK FK-KMK UGM dalam kontribusinya dalam riset, publikasi ilmiah, dan policy impact bidang kesehatan di Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman, serta membantu UGM dalam penyusunan dokumen-dokumen kebijakan yang menjadi rujukan bagi lembaga-lembaga di berbagai negara. Prof Yodi juga menyampaikan kesan bahwa Prof. Laksono selama menjabat sebagai ketua board mampu menjadikan PKMK sebagai pusat kajian yang paling aktif di lingkungan FK-KMK UGM dan diharapkan dapat menjadi role model bagi pusat kajian yang lain di FK-KMK UGM.

Acara selanjutnya adalah paparan Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D yang berjudul Catatan Ringkas 30 Tahun sebagai pimpinan PKMK FK-KMK UGM periode 1997 – 2026. Sebagai seorang dosen sekaligus konsultan, beberapa catatan penting dalam perjalanan historis Prof Laksono antara lain adalah berani mengambil peran sebagai “Risk Taker”, terutama jika berkiprah sebagai seorang konsultan.

Menurut Prof Laksono seorang konsultan yang bersentuhan langsung dengan para klien harus memberikan proses serta hasil yang maksimal dalam penyelesaian masalah yang dimana dalam prosesnya bisa berdampingan dengan konsekuensi penolakan serta kritik yang tajam atas hasil kerja yang diberikan. read more

Serah Terima Ketua Board PKMK FK-KMK UGM

Hari ini menjadi momen bersejarah bagi PKMK FK-KMK UGM. Setelah hampir 30 tahun memimpin dan membersamai perjalanan PKMK, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD resmi menyerahkan estafet kepemimpinan Ketua Board PKMK FK-KMK UGM kepada dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D di Auditorium Tahir FK-KMK UGM (13/5/2026).

Tak sekadar serah terima jabatan, acara ini juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang PKMK dalam berkontribusi bagi kebijakan dan manajemen kesehatan di Indonesia. Melalui “Catatan Ringkas 30 Tahun sebagai Pemimpin PKMK FK-KMK UGM”, Prof Laksono membagikan pengalaman, pembelajaran, serta harapan untuk masa depan PKMK dan keluarga besar PKMK yang selama ini tumbuh bersama sebagai peneliti, konsultan, dan staf. read more

Flash News Edisi 62 (27 April 2026)

Flash news PKMK FK-KMK UGM merupakan wadah informasi rangkaian agenda kegiatan, baik yang telah terselenggara maupun yang akan diselenggarakan untuk bisa anda ikuti. Dalam flash news edisi 27 April 2026, diantaranya ada kegiatan Webinar Mutu Corner 2 “PDCA sebagai Cara Kerja: Dari Identifikasi Masalah Menuju Perbaikan Berkelanjutan”.

Flash News Edisi 61 Periode 20 April 2026

Flash news PKMK FK-KMK UGM merupakan wadah informasi rangkaian agenda kegiatan, baik yang telah terselenggara maupun yang akan diselenggarakan untuk bisa anda ikuti. Dalam flash news edisi 20 April 2026, diantaranya ada kegiatan Webinar Mutu Corner 2 “PDCA sebagai Cara Kerja: Dari Identifikasi Masalah Menuju Perbaikan Berkelanjutan”.

selengkapnya 

Rangkaian Pelatihan Evidence Based for Health Policy-Making 2026

Secara konsep, evidence atau bukti ini dapat diartikan sebagai ‘kebijakan berbasis bukti’ (Evidence Based Policy) yang sering dianggap sebagai hasil evolusi dari gerakan kedokteran berbasis bukti (Evidence Based Medicine/ EBP) (Goldenberg 2005; Pawson 2006; Young et al. 2002). Pendekatan ini mengarahkan untuk setiap keputusan diambil untuk menyelesaikan suatu masalah kesehatan telah mempertimbangkan bukti atau evidence yang ada. Permasalahan yang diselesaikan dengan mengambil suatu keputusan atau penetapan kebijakan dari pengambil keputusan tanpa mempertimbangkan evidence dapat mengakibatkan kesalahan tipe III yaitu masalah tidak terselesaikan dan menimbulkan masalah baru lainnya (Dunn, 2003).

Namun, ketika EBP ini tersedia, banyak pengambil keputusan yang tidak memiliki kemampuan untuk membaca dan memahaminya sehingga hasil dari EBP ini diperlukan pula jembatan atau diterjemahkan. Penerjemahan EBP ini dapat disebutkan dengan melakukan Knowledge Translation Product (Produk Penerjemahan Pengetahuan) yang memiliki fungsi untuk mengisi gap antara pengetahuan dan kebutuhan praktik. Ada banyak bentuk Knowledge Translation Product yang menjadi prioritas materi pelatihan, dua diantaranya; policy brief dan briefing notes. Dua produk ini banyak digunakan karena memiliki dampak lintas konteks dan topik. Policy brief dan briefing notes merangkum banyak evidence antara lain; evidence dari sumber global, lokal, dan kontekstual (wawancara informan kunci dengan pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan yang ditargetkan). Policy Brief mengandung beberapa poin utama yang cukup lengkap yaitu pernyataan masalah, opsi atau elemen, dan pertimbangan implementasi. Sedangkan briefing notes lebih singkat, dengan cepat dan efektif memberi saran kepada pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan tentang masalah publik yang mendesak dengan menyatukan bukti penelitian global dan bukti lokal.

Selengkapnya:

https://kebijakankesehatanindonesia.net/rangkaian-pelatihan-evidence-based-for-health-policy-making-2026/ 

Seminar Nasional Beban Pembiayaan Kesehatan Lansia dan Tantangan Keberlanjutan Sistem Perlindungan Finansial

Indonesia tengah mengalami transformasi struktur demografis yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia (lansia) secara konsisten dari tahun ke tahun. Lansia, yang didefinisikan sebagai penduduk berusia 60 tahun ke atas, mengalami pertumbuhan populasi seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup dan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan. Peningkatan jumlah lansia juga membawa tantangan yang kompleks, terutama dalam sektor kesehatan dan pembiayaan kesehatan. Kelompok lansia memiliki karakteristik kebutuhan kesehatan yang berbeda dibandingkan kelompok usia lainnya. Tingginya prevalensi penyakit kronis dan degeneratif, kejadian multimorbiditas, serta kebutuhan akan layanan kesehatan yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan menjadikan lansia sebagai kelompok dengan intensitas pemanfaatan layanan kesehatan yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas secara komprehensif isu beban pembiayaan kesehatan lansia, peran dan sinergi berbagai skema jaminan sosial, serta arah kebijakan dan inovasi pembiayaan yang lebih adaptif terhadap dinamika penuaan penduduk. Informasi kegiatan selengkapnya dapat disimak pada link berikut

SELENGKAPNYA

Reportase Kaleidoskop 2025 Transformasi Kesehatan: Melangkah Di Antara Angan dan Kenyataan

23 Desember 2025

PKMK-Yogyakarta. Dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang saat ini banyak terkendala oleh berbagai tantangan nasional maupun global, PKMK FK-KMK UGM menyelenggarakan Kaleidoskop sebagai bentuk evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan selama 2025 untuk memperkuat sistem dan pelayanan kesehatan, mutu pelayanan kesehatan, serta pengembangan digitalisasi kesehatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes selaku Ketua PKMK dengan bahasan isu global dan isu nasional, dimana isu global dimulai dengan adanya perubahan pemimpin yang menyebabkan banyak perubahan di berbagai aspek, serta isu nasional yang mulai menyinggung efisiensi anggaran. Efisiensi ini sangat berdampak terhadap sistem pendanaan terutama untuk proyek bidang kesehatan, dimana PKMK banyak terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun, dengan adanya barrier efisiensi, harapannya tidak akan menyurutkan semangat PKMK untuk aktif berkontribusi melalui proyek, pendampingan, pelatihan, serta berbagai kegiatan lainnya dalam membangun sistem kesehatan nasional dan global. read more

Kaleidoskop 2025 Transformasi Kesehatan: Melangkah diantara Angan dan Kenyataan

Latar Belakang

Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023, serta aturan turunannya berupa PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan yang diharapkan menjadi dasar bagi semua stakeholder kesehatan untuk bergerak bersama dalam upaya menyehatkan bangsa Indonesia. Kerangka regulasi ini mendukung inisiasi Transformasi Sistem Kesehatan untuk menyikapi tantangan sistem kesehatan pasca pandemi and isu-isu kesehatan global seraya mempertimbangkan beberapa kebutuhan nasional terkait perubahan pola beban penyakit, kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas. Sistem kesehatan Indonesia bertujuan untuk mencapai tingkat status kesehatan sesuai prioritas nasional dan komitmen global sesuai target-target SDGs.

Beberapa tujuan sistem kesehatan lain, misalnya ketangguhan, kesetaraan dan keadilan serta kualitas tentu tetap harus dikejar. SKI 2023 menemukan sebesar 27,8% penduduk Indonesia belum memiliki jaminan kesehatan, mirip dengan temuan Susenas pada tahun yang sama, yaitu sebesar 27,6%. Di samping itu, akses pelayanan kesehatan yang masih belum merata khususnya masih ada kesenjangan antara kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan juga kelompok tanpa jaminan kesehatan dalam mengakses pelayanan kesehatan. Menurut SKI 2023, dalam setahun terakhir 44,1% rumah tangga kelompok PBI diikuti oleh 35,9% rumah tangga tanpa jaminan kesehatan tidak mengakses layanan kesehatan.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran kesehatan untuk tahun 2025 sekitar Rp217,3 triliun. Anggaran ini mencapai 6 persen total APBN 2025, meski mandatory spending atau kewajiban alokasi anggaran untuk kesehatan telah dihapus dalam UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Dari nilai tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengelola sekitar Rp129,8 triliun, khususnya Rp105,6 triliun akan dikelola Kemenkes (di tingkat Pusat), sementara Rp24,2 triliun dialokasikan untuk pemerintah daerah (pemda) dalam bentuk dana alokasi khusus fisik dan nonfisik. Namun, pada awal Februari 2025, muncul kebijakan efisiensi anggaran sebesar Rp19,6 Triliun sehingga anggaran Kemenkes turun menjadi Rp86 trilyun. Hal ini senada dengan berkurangnya pendanaan asing untuk pendampingan teknis sejak AS menarik diri dari WHO dan juga membubarkan USAID.

Pada penghujung tahun, PKMK akan menyampaikan beberapa kegiatan kunci yang telah dilakukan sepanjang 2025 ini untuk memperkuat sistem dan pelayanan kesehatan, mutu pelayanan kesehatan, manajemen bencana, dan pengembangan digitalisasi kesehatan, di tengah berbagai tantangan sistem kesehatan.

Tujuan

Kaleidoskop PKMK 2025 bertujuan untuk:

  1. Menjabarkan kegiatan penting PKMK selama 2025 dari divisi Manajemen Mutu, Manajemen Rumah Sakit, e-health, Kebijakan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat, Manajemen Bencana Kesehatan dan Divisi Pelatihan
  2. Mengidentifikasi kontribusi kegiatan-kegiatan tersebut dalam penguatan sistem kesehatan nasional
  3. Menyampaikan rencana-rencana pengembangan ke depan untuk mendapat masukan dari para pemangku kepentingan PKMK

Agenda Kegiatan

Hari, tanggal     : Selasa, 23 Desember 2025
Pukul                   : 08.30-11.30 WIB
Tempat               : Auditorium Tahir Lantai 1

Jam Acara PIC
08.30 – 09.00 Registrasi
09.00 – 09.10 WIB Pembukaan

  • Lagu kebangsaan Indonesia Raya
  • Sambutan Ketua PKMK
Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH, MKes, MAS
09.10 – 09.20 Pengantar

Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH – Dekan FK-KMK UGM

09.20 – 10.20 WIB Paparan

  • Mendukung Penguatan Pilar Pelayanan Primer
  • Mendukung Penguatan Kualitas dalam Transformasi Kesehatan
  • Mendukung Penguatan Pilar Pelayanan Rujukan
  • Mendukung Penguatan Pilar Ketahanan Kesehatan
  • Mendukung Penguatan Pilar Teknologi Kesehatan
  • Membangun kapasitas individu dan Lembaga mendukung Pilar SDM
Moderator:

Ni Luh Putu Eka, SKM, MKes

  • Monita Destiwi, MPA – Kepala Divisi PH
  • dr. M. Hardhantyo, MPH, PhD – Kepala Divisi Manajemen Mutu
  • Ni Luh Putu Eka, SKM, MKes – Kepala Divisi Manajemen Rumah Sakit
  • Happy Pangaribuan, MPH – Kepala Divisi Manajemen Bencana Kesehatan
  • Dr. dr. Guardian Sanjaya, M.Health.Info – Kepala Divisi E-health
  • dr. Arida Oetami, M.Kes – Kepala Divisi Pelatihan

Reportase: Bestian Ovilia

10.20 – 10.40 WIB Tanggapan dan refleksi, dan identifikasi rencana investasi 2026 Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K) – Wakil Dekan FK-KMK Bidang Penelitian dan Pengembangan

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD –Ketua Board

Anggota Board lain

Reportase: Indra Komala RN

10.40 – 11.10 WIB Tanya Jawab
11.10 – 11.20 WIB Kesimpulan dan Penutup: Penajaman prioritas rencana ke depan Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH, MKes, MAS

Reportase: Naufal/ Via

11.20 – 11.30 WIB Foto bersama dan penutupan Sensa Gudya Sauma, S.Kom, M.Cs – MC

 

Reportase 48th IHF World Hospital Congress (WHC) 2025 International Hospital Federation (IHF)

oleh:
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua, FIHQN

Anggota Scientific Committee IHF Geneva
Ketua Kompartemen Mutu dan Tatakelola Klinis PERSI
Ketua Minat MMR, Departemen Kebijakan dan Manejemen Kesehatan UGM
Konsultan dan Peneliti, Pusat Kebijakan dan Manjemen Kesehatan FK KMK UGM

ihf251 700

Sebagaimana tahun lalu di Brazil, tahun ini WHC-IHF kembali mengusung lima tema utama yang menjadi fokus baik pada sesi pleno, sesi paralel, dan lokakarya, yaitu:

Kepemimpinan (Leadership)

  • Membahas berbagai peran kepemimpinan dalam mendorong transformasi strategis skala besar, termasuk tata kelola, kemitraan publik-swasta, dan reformasi layanan kesehatan nasional.
  • Mengidentifikasi dan menangani tantangan terbesar bagi para pemimpin: antara lain menyusun strategi tenaga kerja yang efektif untuk mengatasi kekurangan, burnout, dan peningkatan kapasitas SDM.
  • Berbagai pemikiran kepemimpinan yang berpusat pada pasien, membangun sistem yang tangguh, dan termasuk kepemimpinan peran rumah sakit swasta dalam mencapai Cakupan Kesehatan Universal (UHC).
  • read more