Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Diskusi Kebijakan untuk Peracikan Obat Modern di Apotik

Masyarakat     Inovasi     Lintas     Profesi–Sektor     Kesehatan     Indonesia     (MILP-SKI) menyelenggarakan Diskusi Kebijakan untuk Peracikan Obat Modern di Apotek (Pertemuan 1) dengan tema “The Future of Personalized Medicine: Advancing Compounding Standards for a Healthier Indonesia” secara hybrid pada Senin (22/6/2026). Diskusi ini menjadi forum awal untuk membahas peluang dan tantangan pengembangan kebijakan peracikan obat modern (pharmaceutical  compounding)  di  Indonesia  sebagai  bagian  dari  transformasi  sistem kesehatan dan penguatan layanan pengobatan yang lebih personal (personalized medicine). read more

Pelatihan “Strategi Deteksi Insiden dan Mengatasi Tantangan Klasik Keselamatan Pasien”

PKMK-Yogyakarta. Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM menyelenggarakan pelatihan daring bertajuk “Strategi Deteksi Insiden dan Mengatasi Tantangan Klasik Keselamatan Pasien” pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Inge Dhamanti, SKM, MKes, MPH, PhD, Ketua Center for Excellence for Patient Safety and Quality (CoE-PSQ), sebagai narasumber, dengan Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep., MPH., CQIPS sebagai fasilitator. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami budaya keselamatan pasien, strategi deteksi insiden, serta penggunaan trigger tools sebagai pendekatan proaktif dalam menemukan kejadian yang berpotensi merugikan pasien. read more

Reportase Seri 5: Resistance Training Upper Body – Pull 

Kamis, 18 Juni 2026

Dalam dekade terakhir, pendekatan kesehatan global mulai bergeser dari paradigma disease-centered care menuju function-centered care, di mana massa otot rangka (skeletal muscle mass) semakin diakui sebagai salah satu determinan utama kesehatan metabolik, kapasitas fungsional, dan kualitas hidup sepanjang usia. Otot rangka tidak lagi dipandang hanya sebagai organ penggerak tubuh, melainkan juga sebagai organ metabolik yang berperan dalam regulasi glukosa dan sensitivitas insulin, organ endokrin melalui sekresi myokines yang memengaruhi sistem imun dan inflamasi, reservoir protein yang mendukung proses pemulihan tubuh, serta faktor penting dalam menjaga kemandirian fungsional terutama pada populasi lanjut usia. read more

Reportase Seri 1e: Resume Prospek Asuransi Kesehatan Swasta untuk Pendanaan Kesehatan

PKMK-Yogyakarta. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Webinar Bagian 1e dengan tema “Resume Prospek Askes Swasta untuk Pendanaan Kesehatan” secara daring pada Rabu (176/2026). Webinar ini membahas Resume 4 pertemuan sebelumnya dan prospek Askes Swasta untuk mendukung keberlanjutan Pendanaan Kesehatan di Indonesia. Kegiatan Webinar dipandu oleh Vini Aristianti, S.KM., MPH., AAK dengan Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D selaku narasumber, serta Dr. dr. Etίk Retno Wiyati, MARS, MH dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan selaku penangap. read more

Seri 4: Resistance Training Upper Body – Push 

Kamis, 11 Juni 2026

Latihan resistensi telah berkembang menjadi salah satu pendekatan penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan. Tidak hanya berperan dalam meningkatkan kekuatan dan massa otot, latihan resistensi juga terbukti mendukung kesehatan metabolik, menjaga kapasitas fungsional, serta membantu mencegah berbagai penyakit kronis. Namun demikian, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh secara optimal apabila latihan dilakukan dengan teknik yang benar dan pemahaman yang memadai mengenai fungsi setiap kelompok otot yang dilatih. Menjawab kebutuhan tersebut, Fitness Professional Academy bekerja sama dengan PKMK FK-KMK UGM, FKIK Universitas Warmadewa, HOPE Wellness, Fitness Plus, dan APKI menyelenggarakan Webinar Series Muscle is Medicine Seri 4 bertajuk “Resistance Training Upper Body – Push” pada Kamis, 11 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, akademisi, praktisi kebugaran, dan masyarakat umum mengenai prinsip latihan resistensi pada kelompok otot tubuh bagian atas yang berperan dalam gerakan mendorong (push movement) sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan fungsi tubuh secara optimal. read more

Pelatihan “Kupas Tuntas Peran Komite Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit: Dari Pengalaman ke Pembelajaran”

PKMK-Yogyakarta. Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM menyelenggarakan pelatihan daring bertajuk “Kupas Tuntas Peran Komite Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit: Dari Pengalaman ke Pembelajaran” pada 5 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp.THTBKL dengan fasilitator Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep., MPH, CQIPS. Pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran strategis Komite Mutu dan Keselamatan Pasien dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. read more

Reportase policy course | From Evidence to Action: The application of Health Technology Assessment, Priority Setting, and Strategic Purchasing for Population Health in enhancing Health System Performance and advancing Universal Health Coverage

Waktu

Kegiatan / Topik

Narasumber

Hari 1 – Rabu, 3 Juni 2026

08.30 – 09.00

Registrasi Peserta

09.00 – 09.15

  • Sambutan Pembukaan
  • Pengantar dan Struktur Pelatihan
  • Prof. Laksono Trisnantoro
    Guru Besar Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FKKMK UGM
  • Prof. Yingyao Chen
    Direktur NHC Key Laboratory of Health Technology Assessment, Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

09.15 – 10.00

Gambaran Umum Health Technology Assessment (HTA) dan Pengalaman Implementasinya di Tiongkok

MATERI

Prof. Yingyao Chen

10.00 – 11.00

Pengembangan Kebijakan Nasional Health Technology Assessment sebagai Dasar Pengambilan Keputusan: Pengalaman Indonesia

MATERI

Prof. Laksono Trisnantoro

11.00 – 11.30

Istirahat dan Jamuan Ringan

11.30 – 12.30

Pemanfaatan Health Technology Assessment untuk Meningkatkan Keadilan Sistem Kesehatan: Kebijakan, Tantangan, dan Pengalaman Program Universal Coverage Scheme di Thailand

MATERI

Prof. Siripen Supakankunti
Centre of Excellence for Health Economics, Fakultas Ekonomi, Universitas Chulalongkorn, Thailand.

12.30 – 14.00

Istirahat Makan Siang

14.00 – 15.00

Dari Bukti Ilmiah Menjadi Kebijakan: Pembelajaran dari Health Technology Assessment Vaksin di Indonesia untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Program Imunisasi yang Berkelanjutan

MATERI

Prof. Jarir At Thobari
Departemen Farmakologi dan Terapi; Pusat Kajian Epidemiologi dan Biostatistik Kesehatan (CEBU); Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada; Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI); serta Indonesia Health Technology Assessment (Ina-HTA).

15.00 – 16.00

Peran Health Technology Assessment dalam Pengendalian Biaya dan Pembiayaan Kesehatan yang Strategis

MATERI

Prof. Sharifa Ezat Wan Puteh
Departemen Kedokteran Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia.

16.00 – 16.30

Istirahat dan Jamuan Ringan

16.30 – 17.30

Sintesis Bukti untuk Menilai Keamanan dan Efektivitas dalam HTA: Prinsip Meta-Analisis dan Praktik Penggunaan RevMan

MATERI

Prof. Madya Pei Wang
Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

Hari 2 – Kamis, 4 Juni 2026

09.00 – 10.00

Metode Evaluasi Ekonomi dalam Health Technology Assessment: Analisis Cost-Effectiveness dan Implementasinya Menggunakan Microsoft Excel

Prof. Madya Yan Wei
NHC Key Laboratory of Health Technology Assessment, Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

10.00 – 11.00

Penetapan Prioritas dan Peran Strategis Health Technology Assessment

Prof. Madya Shimeng Liu
NHC Key Laboratory of Health Technology Assessment, Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

11.00 – 11.15

Istirahat dan Jamuan Ringan

11.15 – 12.15

Metode Evaluasi Ekonomi dalam Health Technology Assessment: Analisis Dampak Anggaran (Budget Impact Analysis)

Prof. Min Hu
NHC Key Laboratory of Health Technology Assessment, Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok.

12.15 – 13.30

Istirahat Makan Siang

13.30 – 14.15

Pembelian Strategis dalam Universal Coverage Scheme Thailand

Prof. Chantal Herberholz
Direktur Centre of Excellence for Health Economics, Fakultas Ekonomi, Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand.

14.15 – 15.00

Penetapan Prioritas Berbasis HTA untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Prof. Eng-Kiong Yeoh
Direktur Centre for Health Systems and Policy Research, JC School of Public Health and Primary Care, The Chinese University of Hong Kong.

15.00 – 15.45

Pembelian Strategis untuk Mendukung Pencapaian Universal Health Coverage dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Prof. Eng-Kiong Yeoh

15.45 – 16.15

Istirahat dan Jamuan Ringan

16.15 – 17.00

Diskusi dan Refleksi Pelatihan

Strategic Purchasing and Health Technology Assessment

PKMK-Shanghai. Dalam sambutannya, Prof. dr Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan ilmiah bertajuk “Dari Bukti ke Tindakan: Penerapan Penilaian Teknologi Kesehatan (Health Technology Asessment/ HTA), Penetapan Prioritas, dan Pembelian Strategis untuk Kesehatan Masyarakat dalam Meningkatkan Kinerja Sistem Kesehatan dan Memajukan Cakupan Kesehatan Universal.” Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jaringan Asia-Pasifik untuk Penguatan Sistem Kesehatan (ANHSS) bersama Fudan University, Tiongkok ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran, diskusi, dan pertukaran pengalaman antarnegara dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis bukti.  read more

Reportase Webinar Muscle is Medicine

Kamis, 04 Juni 2026 

Dalam beberapa tahun terakhir, latihan resistensi (resistance training) semakin diakui sebagai salah satu intervensi efektif dalam menjaga kesehatan metabolik, meningkatkan kapasitas fungsional, serta mencegah berbagai penyakit kronis. Namun, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh secara optimal apabila latihan dilakukan dengan prinsip biomekanika yang tepat dan memperhatikan aspek keselamatan. Kesalahan teknik, penggunaan beban yang tidak sesuai, serta kurangnya pemahaman mengenai mekanisme gerak tubuh masih menjadi penyebab utama cedera saat berolahraga. Menjawab tantangan tersebut, Fitness Professional Academy bekerja sama dengan PKMK FK-KMK UGM, FKIK Universitas Warmadewa, HOPE Wellness, Fitness Plus, dan APKI telah menyelenggarakan Webinar Series Muscle is Medicine Seri 3 bertajuk “Biomechanisms and Safety of Resistance Training” pada Kamis, 04 Juni 2026 pukul 13.00-16.00 WIB sebagai upaya meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, akademisi, praktisi kebugaran, dan masyarakat umum mengenai prinsip biomekanika serta keselamatan latihan resistensi berbasis sains.

Sesi utama webinar disampaikan oleh dr. Tanjung Subrata dengan topik “Biomechanisms and Safety of Resistance Training.” Pada materi pertama, dr. Tanjung membahas mengenai Biomechanical Principles dan How Injuries Occur. Dalam paparannya dijelaskan bahwa biomekanika merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana tubuh bergerak dan berinteraksi dengan gaya yang bekerja padanya selama aktivitas fisik. Pemahaman biomekanika menjadi dasar penting dalam latihan resistensi karena dapat membantu seseorang melakukan gerakan secara lebih efektif dan efisien. Dengan memahami prinsip-prinsip biomekanika, peserta dapat mengetahui bagaimana posisi tubuh, arah gerakan, dan distribusi beban memengaruhi kinerja otot sekaligus mengurangi risiko cedera.

Selain itu, dr. Tanjung menjelaskan bahwa sebagian besar cedera saat latihan bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat akumulasi kesalahan teknik, penggunaan beban yang tidak sesuai kapasitas, kurangnya pemanasan, atau latihan yang dilakukan secara berlebihan tanpa pemulihan yang memadai. Oleh karena itu, setiap individu perlu memahami batas kemampuan tubuhnya dan memastikan bahwa setiap gerakan dilakukan dengan teknik yang benar. Menurutnya, tujuan utama latihan bukan hanya meningkatkan performa fisik, tetapi juga menjaga fungsi tubuh dalam jangka panjang.

Pada sesi diskusi pertama, peserta aktif berdiskusi mengenai penerapan prinsip biomekanika dalam latihan beban sehari-hari. Pembahasan banyak berfokus pada posisi tubuh dan teknik gerakan yang tepat saat melakukan berbagai latihan resistensi, termasuk konsep scapular positioning dan pengaruhnya terhadap keamanan latihan. dr. Tanjung menjelaskan bahwa perkembangan ilmu latihan beban saat ini telah mengalami banyak perubahan dibandingkan pendekatan yang digunakan pada masa lalu. Jika sebelumnya banyak teknik latihan mengacu pada praktik binaraga yang berkembang berdasarkan pengalaman lapangan, saat ini semakin banyak penelitian ilmiah yang digunakan sebagai dasar penyusunan program latihan yang lebih aman dan efektif. Beberapa teknik yang dahulu dianggap umum ternyata diketahui dapat meningkatkan risiko cedera apabila tidak dilakukan dengan mempertimbangkan aspek biomekanika dan kondisi individu.

Diskusi juga membahas berbagai variasi latihan yang sering ditemui di pusat kebugaran, termasuk penggunaan alat seperti leg press dan pengaruh perubahan posisi tubuh terhadap kerja otot. dr. Tanjung menjelaskan bahwa perubahan sudut gerakan maupun posisi tubuh yang tampak kecil dapat menghasilkan aktivasi otot yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan teknik latihan perlu disesuaikan dengan tujuan latihan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kekuatan, massa otot, maupun fungsi gerak tertentu.

Pada materi kedua, dr. Tanjung membahas tentang The Point of Injury serta Breathing & Timing. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa cedera sering kali terjadi pada titik tertentu ketika struktur tubuh menerima tekanan yang melebihi kapasitas adaptasinya. Risiko cedera dapat meningkat apabila seseorang melakukan gerakan dengan rentang gerak yang tidak tepat, kehilangan kontrol terhadap beban, atau memaksakan tubuh untuk berlatih melebihi kemampuan yang dimiliki. Karena itu, pemahaman mengenai titik-titik rawan cedera menjadi penting dalam penyusunan program latihan yang aman.

Narasumber juga menyoroti pentingnya pola pernapasan dan pengaturan waktu saat melakukan latihan resistensi. Teknik pernapasan yang benar membantu menjaga stabilitas tubuh, meningkatkan efisiensi gerakan, serta mengurangi tekanan berlebihan pada sistem kardiovaskular. dr. Tanjung menjelaskan bahwa sinkronisasi antara gerakan dan pernapasan sering kali diabaikan oleh banyak orang, padahal hal tersebut merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keselamatan dan efektivitas latihan. Dengan pengaturan napas yang baik, tubuh dapat bekerja lebih optimal sekaligus meminimalkan risiko kelelahan dan cedera.

Pada materi ketiga, pembahasan difokuskan pada General Safety Guidelines for Exercise Programs, Shoulder Safety, Elbow Safety, Knee Safety, Back Safety, serta Cardiovascular Safety Guidelines. dr. Tanjung menjelaskan bahwa keselamatan merupakan komponen utama dalam setiap program latihan. Beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan antara lain menggunakan pakaian dan perlengkapan yang sesuai, menjaga hidrasi tubuh, memahami lingkungan latihan, serta memastikan setiap alat digunakan dengan benar. Ia menegaskan bahwa olahraga yang aman harus dimulai dari kesadaran terhadap kondisi tubuh dan penerapan prinsip keselamatan secara konsisten.

Lebih lanjut, dr. Tanjung menguraikan berbagai aspek keselamatan pada bagian tubuh yang sering mengalami cedera saat latihan. Pada area bahu, peserta diingatkan untuk menghindari posisi yang dapat menekan rotator cuff. Pada lutut, penting menjaga agar arah gerakan lutut tetap sejalan dengan posisi jari kaki serta menghindari gerakan yang memberikan tekanan berlebihan pada sendi. Sementara pada punggung, posisi kepala, bahu, dan tulang belakang perlu dijaga tetap netral untuk mencegah cedera akibat postur yang salah. Webinar juga membahas keselamatan kardiovaskular, termasuk pentingnya mengenali faktor risiko penyakit jantung, mengatur intensitas latihan sesuai kemampuan individu, dan memperhatikan tanda-tanda tubuh yang menunjukkan adanya gangguan selama berolahraga.

Pada sesi diskusi kedua, peserta aktif membahas berbagai aspek keselamatan latihan resistensi, khususnya pada latihan yang melibatkan area bahu dan punggung. Diskusi berkembang pada berbagai variasi gerakan lat pulldown, penggunaan beban latihan yang sesuai kapasitas individu, serta pentingnya memahami stabilitas tubuh saat menggunakan berbagai jenis alat latihan. dr. Tanjung menekankan bahwa keamanan latihan tidak hanya ditentukan oleh jenis gerakan yang dilakukan, tetapi juga oleh teknik, mobilitas sendi, kemampuan tubuh, serta pemilihan beban yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Selain itu, peserta juga berdiskusi mengenai pemulihan setelah olahraga intensitas tinggi, penggunaan air dingin pasca latihan, serta berbagai pertimbangan kesehatan yang perlu diperhatikan sebelum menjalani program latihan jangka panjang. Dalam sesi ini, dr. Tanjung kembali menekankan pentingnya melakukan asesmen kondisi kesehatan, memahami keterbatasan tubuh masing-masing, dan menerapkan prinsip latihan secara bertahap agar manfaat latihan dapat diperoleh secara optimal dengan risiko cedera yang minimal.

Melalui webinar ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya penerapan prinsip biomekanika dan keselamatan dalam latihan resistensi. Tidak hanya berfokus pada peningkatan kekuatan dan massa otot, latihan resistensi juga perlu dilakukan dengan teknik yang benar, memperhatikan kondisi individu, serta menerapkan prinsip keselamatan berbasis sains untuk meminimalkan risiko cedera. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dari webinar ini dapat menjadi bekal bagi tenaga kesehatan, akademisi, praktisi kebugaran, maupun masyarakat umum dalam merancang dan menerapkan program latihan yang aman, efektif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup sepanjang usia. 

Reporter : Yuka Nabila Shauma-PKMK FKKMK UGM

Reportase “Webinar Series Resiliensi Fasilitas Kesehatan: Membangun Kesiapsiagaan Operasional dalam Menghadapi Krisis Kesehatan Seri 2: Struktur Organisasi dan Uji Aktivasi Sistem”

2 Juni 2026

 webinar series2 resiliensi 1

Dok. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

PKMK-Yogyakarta-Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Webinar Series Resiliensi Fasilitas Kesehatan Seri 2 dengan tema “Struktur Organisasi dan Uji Aktivasi Sistem” pada Selasa (2/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana dan krisis kesehatan. Webinar menghadirkan tiga narasumber yang membahas aspek penting dalam membangun kesiapsiagaan operasional rumah sakit, mulai dari struktur organisasi saat bencana, pembentukan Emergency Medical Team (EMT), hingga perencanaan simulasi bencana dan krisis kesehatan.

webinar series2 resiliensi 2

Materi pertama disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes yang membahas struktur organisasi saat bencana melalui pendekatan Incident Command System (ICS). Dalam paparannya dijelaskan bahwa kondisi kedaruratan tidak dapat ditangani menggunakan pola birokrasi rutin karena membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat, koordinasi yang jelas, serta pembagian tugas berdasarkan fungsi. Sistem Komando Insiden menjadi solusi untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya rumah sakit ke dalam lima fungsi utama, yaitu komando, operasional, perencanaan, logistik, serta keuangan dan administrasi. Penerapan ICS diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi dan mempercepat respons rumah sakit dalam situasi krisis.

webinar series2 resiliensi 3

Pada sesi kedua, dr. Corona Rintawan, Sp.EM memaparkan proses pembentukan Emergency Medical Team (EMT) di fasilitas pelayanan kesehatan. EMT dijelaskan sebagai tim kesehatan multidisiplin yang terorganisir, terlatih, mandiri, serta dapat dimobilisasi secara cepat untuk memberikan pelayanan kesehatan pada saat terjadi bencana maupun krisis kesehatan. Narasumber menekankan pentingnya komitmen pimpinan, pengembangan sumber daya manusia, penyusunan standar operasional prosedur, penguatan logistik, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan. Selain itu, EMT juga harus terintegrasi dengan sistem krisis kesehatan nasional agar mampu memberikan respons yang efektif dan sesuai standar nasional maupun internasional.

webinar series2 resiliensi 4

Materi ketiga disampaikan oleh Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid yang mengulas perencanaan simulasi bencana dan krisis kesehatan sebagai bagian penting dari implementasi Hospital Disaster Plan (HDP). Simulasi dipandang sebagai sarana untuk menguji kesiapan organisasi, kemampuan personel, efektivitas koordinasi, serta kelayakan prosedur yang telah disusun. Narasumber menjelaskan berbagai bentuk simulasi, mulai dari table top exercise, command post exercise, hingga full scale exercise, yang dapat dipilih sesuai tujuan dan kapasitas fasilitas kesehatan. Penyusunan skenario yang realistis, alur respons yang jelas, serta mekanisme evaluasi menjadi komponen penting dalam memastikan simulasi memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kesiapsiagaan.

Diskusi yang berlangsung dalam webinar menunjukkan bahwa kesiapsiagaan fasilitas kesehatan bukan hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, melainkan juga pada kualitas tata kelola, koordinasi lintas fungsi, serta kompetensi sumber daya manusia. Struktur organisasi yang adaptif, keberadaan EMT yang siap dimobilisasi, dan simulasi yang dilakukan secara berkala merupakan elemen yang saling melengkapi dalam membangun ketangguhan sistem pelayanan kesehatan menghadapi berbagai ancaman bencana dan krisis.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya membangun sistem kesiapsiagaan operasional yang terintegrasi di fasilitas kesehatan. Diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan oleh para narasumber dapat menjadi referensi bagi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam memperkuat kapasitas respons, meningkatkan resiliensi organisasi, serta menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan pada saat terjadi bencana maupun krisis kesehatan di masa depan.

 

Reporter: Vina Yulia Anhar, SKM, MPH (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM)

 

 

Reportase Regional Knowledge Event Private Health Insurance (PHI) for Sustainable Health Financing to Advance Universal Health Coverage (UHC)

Hong Kong, 1 June 2026
  Pembukaan Diskusi Panel 1 Diskusi Panel 2 Buku Program Kesimpulan Pembukaan

Ketua ANHSS – Prof dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD

Prof Laksono membuka Regional Knowledge Event yang bertajuk “Asuransi Kesehatan Swasta (untuk Pembiayaan Kesehatan yang Berkelanjutan demi Memajukan Cakupan Kesehatan Semesta (UHC)” di Hongkong (1/6/2026). Acara ini diselenggarakan oleh Jaringan Asia-Pasifik untuk Penguatan Sistem Kesehatan (ANHSS) bekerja sama dengan  Pusat Penelitian Sistem dan Kebijakan Kesehatan di Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Perawatan Primer Jockey Club, Universitas Cina Hong Kong.“Bagi kita semua apakah kita menyadari bahwa di dalam komunitas sektor kesehatan,  peran asuransi kesehatan swasta dalam  UHC masih menjadi perdebatan. Ada pro dan kontra. Meskipun isu ini kontroversial, semua orang telah berkumpul di Hong Kong. Kita berada di sini untuk berbagi pengalaman terkini, pengetahuan baru, dan gagasan mengenai peran asuransi kesehatan swasta di masa depan dalam UHC, terutama di negara-negara Asia-PasifikSecara lebih rinci, kita berada di sini untuk: read more