Pos oleh :

chsm

Webinar Mutu Corner 2: PDCA sebagai Cara Kerja: Dari Identifikasi Masalah Menuju Perbaikan Berkelanjutan

Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan membutuhkan pendekatan yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang paling banyak digunakan dalam manajemen mutu adalah siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA). Siklus ini membantu organisasi pelayanan kesehatan untuk mengidentifikasi masalah, merencanakan perbaikan, mengimplementasikan perubahan, mengevaluasi hasil, serta memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan dapat dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

selengkapnya read more

Seri Webinar “MUSCLE IS MEDICINE”

Dalam dekade terakhir, pendekatan kesehatan global mulai bergeser dari paradigma disease-centered care menuju function-centered care, dimana massa otot rangka (skeletal muscle mass) diakui sebagai determinan utama kesehatan metabolik, kapasitas fungsional, serta kualitas hidup sepanjang usia.

Otot rangka tidak lagi dipandang hanya sebagai organ penggerak, tetapi juga sebagai:

  • Organ metabolik, yang berperan dalam regulasi glukosa dan sensitivitas insulin
  • Organ endokrin, melalui sekresi myokines yang mempengaruhi sistem imun dan inflamasi
  • Reservoir protein, yang mendukung respon imun dan pemulihan saat kondisi katabolik
  • Penentu functional independence, khususnya pada populasi aging society
  • read more

    Pelatihan Manajemen Mutu Penyusunan, Implementasi, dan Evaluasi Clinical Pathways (CP)

    Berbagai hambatan masih ditemukan dalam penyusunan, implementasi, dan evaluasi Clinical Pathways, seperti keterbatasan pemahaman konsep CP, kurangnya keterlibatan tim multidisiplin, serta lemahnya mekanisme pemantauan dan evaluasi. Akibatnya, CP sering hanya berfungsi sebagai dokumen administratif dan belum berperan efektif dalam pengendalian mutu dan biaya pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas dan sistem agar Clinical Pathways dapat diterapkan secara optimal.

    selengkapnya 

    Flash News Edisi 61 Periode 20 April 2026

    Flash news PKMK FK-KMK UGM merupakan wadah informasi rangkaian agenda kegiatan, baik yang telah terselenggara maupun yang akan diselenggarakan untuk bisa anda ikuti. Dalam flash news edisi 20 April 2026, diantaranya ada kegiatan Webinar Mutu Corner 2 “PDCA sebagai Cara Kerja: Dari Identifikasi Masalah Menuju Perbaikan Berkelanjutan”.

    selengkapnya 

    SEMINAR NASIONAL:Transformasi Peran Perawat dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu(SPGDT)

    Yogyakarta, 14 April 2026

    spgdt 1

    Dok. PKMK FK-KMK UGM

    PKMK-Yogyakarta. Divisi Manajemen Bencana Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Transformasi Peran Perawat dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)” pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh sebanyak 90 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, khususnya tenaga keperawatan lintas jenjang.

    Penyelenggaraan webinar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan. SPGDT merupakan sistem yang mengintegrasikan pelayanan pra-rumah sakit, pelayanan di fasilitas kesehatan, serta mekanisme rujukan, guna menjamin respons yang cepat, tepat, dan berkesinambungan terhadap pasien dalam kondisi darurat.

    spgdt2Pada sesi pengantar, dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD memaparkan berbagai tantangan dalam implementasi SPGDT di Indonesia, diantaranya keterbatasan sumber daya manusia terlatih, variasi kompetensi tenaga kesehatan, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung sistem respons kegawatdaruratan juga masih belum merata.

    spgdt 3Materi utama disampaikan oleh Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep. yang mengulas secara komprehensif mengenai transformasi peran perawat dalam SPGDT. SPGDT dijelaskan sebagai sistem terpadu yang melibatkan berbagai komponen, termasuk masyarakat, tenaga kesehatan, layanan ambulans, serta sistem komunikasi kegawatdaruratan seperti PSC 119, dengan tujuan meningkatkan kecepatan respons dan mutu pelayanan serta menurunkan angka kematian dan kecacatan.

    Dalam paparannya, dijelaskan bahwa perawat memiliki peran strategis pada seluruh tahapan pelayanan kegawatdaruratan, mulai dari pra-rumah sakit, pelayanan di fasilitas kesehatan, hingga sistem rujukan. Pada fase pra-rumah sakit, perawat dapat berperan sebagai call taker, dispatcher, dan pelaksana triase awal. Di fasilitas pelayanan kesehatan, perawat berperan dalam triase cepat, stabilisasi pasien, serta aktivasi sistem kegawatdaruratan. Sementara itu, dalam sistem rujukan, perawat berkontribusi dalam koordinasi antar fasilitas serta memastikan kesinambungan pelayanan pasien.

    spgdt 4

    Sesi diskusi yang berlangsung setelah pemaparan materi menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap implementasi SPGDT di lapangan, khususnya terkait kesiapan fasilitas kesehatan dan penguatan kapasitas tenaga keperawatan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan yang semakin kompleks. Transformasi peran tersebut menuntut peningkatan kompetensi perawat, baik kompetensi klinis seperti Basic Life Support (BLS) dan Advanced Life Support (ALS), maupun kompetensi non-klinis seperti komunikasi efektif, pengambilan keputusan cepat, serta kemampuan bekerja dalam tim interprofesional. Integrasi sistem, kolaborasi antarprofesi, serta penerapan prinsip keselamatan pasien menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan implementasi SPGDT.

    Melalui kegiatan ini, harapannya PKMK dapat mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga keperawatan, sekaligus memperkuat implementasi SPGDT secara nasional. Transformasi peran perawat menjadi elemen penting dalam mewujudkan sistem pelayanan kegawatdaruratan yang responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

    Reporter: Vina Yulia Anhar, SKM, MPH (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM)

     

    Reportase Workshop Kupas Tuntas Unit Cost Pelayanan RS Pemanfaatan Informasi Unit Cost Rumah Sakit Untuk Berbagai Pengambilan Keputusan di Era JKN

    Yogyakarta, 8-10 April 2026 | PKMK-Yogyakarta. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Kupas Tuntas Unit Cost Pelayanan Rumah Sakit Batch 10. Workshop dilaksanakan selama 3 hari di Hotel Santika Premiere Yogyakarta dan diikuti oleh 9 peserta secara luring. Peserta berasal dari berbagai instansi seperti rumah sakit daerah, rumah sakit swasta, sampai rumah sakit pendidikan. Latar belakang pendidikan para peserta juga beragam, diantaranya dari ekonomi, tenaga medis, dan tenaga kesehatan.

    Workshop dibuka oleh Yos Hendra, SE., MM., Ak.,CA., M.Ec.Dev. selaku pemateri dan fasilitator yang menyampaikan materi tentang Pentingnya Rumah Sakit Mampu Mengelola Informasi Unit Cost di Era JKN. Yos menjelaskan bahwa perubahan lingkungan rumah sakit pada era JKN menimbulkan berbagai konsekuensi yang harus dihadapi, baik oleh rumah sakit yang melayani pasien JKN maupun pasien non-JKN. Pihaknya juga menekankan pentingnya kesinambungan antara produk layanan dan biaya rumah sakit sebagai bagian dari kendali mutu dan biaya. Selain itu, ilmu akuntansi berperan penting dalam menganalisis unit cost rumah sakit yang kompleks, mengingat pada banyaknya aktivitas, variasi produk, dan sumber daya, sehingga luaran analisis nantinya dapat menjadi valid.

    Sesi selanjutnya disampaikan oleh Arief Surya Irawan, S.E., M.Com. Ak., CA. yang mengulas tentang akuntansi biaya dan manajemen rumah sakit. Arief menyampaikan bahwa rumah sakit adalah organisasi pelayanan kesehatan dengan kompleksitas yang tinggi dalam pengelolaan biaya. Penerapan akuntansi biaya dinilai penting dalam membantu rumah sakit untuk mengukur, mengendalikan, serta menginformasikan biaya yang akurat guna mendukung berbagai pengambilan keputusan secara tepat.

    Sesi terakhir di hari pertama ditutup dengan materi persiapan collecting data template unit cost yang disampaikan oleh Barkah Wahyu P., SE., Ak., CA.  Dalam sesi ini, para peserta memperoleh pembekalan untuk persiapan melakukan simulasi pengumpulan data, dimulai dari identifikasi kebutuhan serta sumber data, metode collecting data, hingga prinsip-prinsip collecting data. Barkah menegaskan bahwa collecting data adalah tahapan yang paling krusial, karena kualitas data nantinya akan sangat menentukan pada akurasi hasil.

    Hari kedua workshop dibuka dengan materi simulasi collecting dan analisis unit cost yang dipandu oleh Husniawan Prasetyo, S.E selaku pemateri dan fasilitator. Dalam sesi simulasi tersebut, para peserta menggunakan Microsoft Excel sebagai tools pengolahan unit cost dengan template yang telah disediakan. Husniawan menjelaskan bahwa tools unit cost tersebut dapat diterapkan di berbagai jenis rumah sakit, mulai dari rumah sakit dengan layanan sederhana hingga yang lebih kompleks. Para peserta tampak sangat antusias dalam mengikuti praktik simulasi tersebut. Mulai dari pengumpulan data biaya berdasarkan unit dan jenisnya, lalu dilanjutkan dengan melakukan analisis penghitungan sampai menghasilkan output unit cost pada masing-masing layanan.

    Selanjutnya pada hari ketiga atau hari terakhir workshop, Barkah Wahyu P., S.E., Ak., CA. selaku pemateri dan fasilitator memberikan materi tentang Simulasi Analisis Data Unit Cost dan Simulasi Penyusunan Tarif berdasarkan pada Unit Cost. Dalam kesempatan tersebut, Barkah  menjelaskan bahwa hasil penghitungan unit cost nantinya dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan evaluasi pembiayaan oleh manajemen rumah sakit, baik untuk pelayanan pada pasien JKN maupun pada tarif rumah sakit secara menyeluruh. Pada sesi penutup, para peserta diminta menyusun rencana tindak lanjut terkait pengembangan tools penghitungan unit cost di instansi masing-masing.

    Reporter: Ubaid Hawari (Divisi Pelatihan dan Pengembangan PKMK FK-KMK UGM)

    Open Recruitment: Data Collector / Enumerator

    PKMK FK-KMK UGM membuka kesempatan bagi kandidat yang memenuhi kualifikasi untuk bergabung sebagai Data Collector/Enumerator dalam kegiatan Baseline Assessment of ACTION (Accelerating ILP in Indonesia) Project, yang akan dilaksanakan di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.

    🎓 Kualifikasi
    * Minimal D4/S1 di bidang Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, atau bidang terkait
    * Berdomisili di Kota Bekasi atau Kabupaten Bogor (diutamakan)
    * Memiliki pengalaman sebagai enumerator/data collector (diutamakan)
    * Berpengalaman menggunakan tools survei digital (nilai tambah)
    * Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan teliti
    * Bersedia bekerja full-time pada periode studi

    🔍 Tanggung Jawab
    * Melaksanakan survei di fasilitas kesehatan dan rumah tangga
    * Membantu pelaksanaan wawancara kualitatif (IDI) dan FGD
    * Menginput data menggunakan tools digital (KoboToolbox)
    * Menjaga kualitas, kelengkapan, dan akurasi data
    * Berkoordinasi dengan tim dan menyampaikan laporan harian
    * Mematuhi prosedur penelitian dan etika (informed consent)

    📩 Pendaftaran: bit.ly/DCAction26
    📅 Batas akhir pendaftaran: 17 April 2026

     

    Download Flyer